Oleh: KH. Dr. Mohammad Idris, MA. (Walikota Depok)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ ( مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Artinya: Dari shahabat Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: “Dua lafazh zikir yang ringan di lisan (mudah diucapkan), namun berat dalam timbangan (di akhirat) dan dicintai Allah Yang Maha Pengasih, yaitu: Subhanallah wabihamdihi dan subhanallahil ‘Azhim (Bukhari Muslim)

Dua lafazh ini: “Subhanallah wabihamdihi” dan “Subhanallahil-‘Azhim” adalah salah satu contoh ucapan zikir yang sangat dianjurkan bagi setiap mukmin.

Zikir artinya mengingat, Zikrullah maknanya mengingat Allah SWT. Secara istilah yang dimaksud dengan zikir adalah mengingat Allah SWT dengan niat taqorrub kepadaNya dan dimaksudkan untuk memperoleh kedekatan atau menambah kedekatan, sehingga semakin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang.

Zikir merupakan spiritual-power yang mampu memberikan dorongan kepada pelakunya untuk melakukan berbagai aktifitas positif dan konstruktif bagi kehidupan umat manusia. Karena orang yang berzikir ibarat orang hidup, bila dibanding dengan orang yang tidak berzikir seperti orang mati, sebagaimana disitir sebuah hadits Rasulullah saw.

Zikir yang dapat memberikan refleksi positif dalam kehidupan adalah zikir yang efektif, yaitu yang mampu memberikan pengaruh yang baik bagi kehidupan si pelaku zikir maupun bagi orang lain. Zikir akan menjadi efektif manakala memenuhi syarat-syarat antara lain: dilakukan dengan kebersihan niat dan motivasi; tidak ada maksuda dan motivasi selain ridho Allah SWT. Syarat lainnya: ketika diucapkan dengan lisan hendaknya diikuti dengan ketundukan hati dan kepasrahan total kepada Allah SWT, serta dinampakkan dengan amal shalih seperti bersedekah, berkata dan berlaku santun kepada tetangga, birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dsb

Jika seseorang ingin dekat dengan Allah SWT dan mengharapkan kesertaan dan kebersamaan Allah SWT dengannya, hendaknya ia sering berzikir. Karena Allah akan jauh dari diri hambaNya jika ia menjauh dariNya, Allah akan dekat dengan hambaNya selagi ia selalu berusaha mendekat denganNya dengan cara berzikir.