Zahra Mulaqina Santri Rumah Al-Quran Daarut Tarbiyah Depok

Zahra, Santri  Rumah Al-Quran Daarut Tarbiyah Depok,  Usia 14 Tahun  Menjadi Hafidzah

Posted on 1,204 views

DepokNews — Zahra Mulaqina adalah salah satu santri di Rumah Al-Quran Daarut Tarbiyah (RQ Data) program SMP. Pada tanggal 23 Desember 2003, Zahra terlahir sebagai buah hati yang ke dua dari pasangan ibu Erlin Gusnira dan bapak Widh Mubien di Bandung. Di usianya yang ke 14 ini, Zahra mendapat gelar sebagai hafidzah atas capaiannya menyetorkan hafalan Al-Quran sebanyak 30 Juz.

Sebelum masuk RQ Data, Zahra bersekolah di SD Bintang Madani, Bandung. Selama di SD Madani, Zahra memiliki hafalan Al-Quran sebanyak 2 juz. Berbekal hafalan yang dikantonginya, Zahra ingin menggapai cita-citanya untuk menjadi hafidzah 30 Juz dengan mendaftarkan diri di lembaga tahfizh di Bandung. Namun, sayang sekali Zahra tidak lulus tes seleksi di lembaga tersebut karena kualitas tahsin Zahra masih kurang. Hal tersebut tentu membuat dia sangat kecewa. Bersyukur, kegagalan tersebut tidak membuat Zahra melupakan cita-citanya sebagai seorang hafidzah. Alasan Zahra ingin menjadi hafidzah adalah ingin mendapat ridha Allah swt, dan juga ingin memberikan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tuanya. Aamiin. Demi cita-citanya tersebut, dia mempersiapkan diri lebih matang dengan belajar tahsin dan menyambi homeschooling untuk mengisi waktunya. Selama 4 bulan, meningkatkan kapasitas diri, tapi orang tua ingin Zahra segera masuk ke lembaga tahfizh, untuk menjaga hafalannya. Akhirnya, orang tua Zahra mendaftarkan Zahra ke RQ Data. Meskipun saat itu RQ Data sudah tutup masa penerimaan santri baru, tapi ada skenario Allah yang sangat indah. Saat itu RQ Data masih ada kuota untuk menambah santri SMP. Berdasar hasil wawancara, Zahra memenuhi kualifikasi sebagi santri RQ Data.

Zahra mulai mondok di RQ Data pada bulan November 2016. Diawali dengan mengikuti program tahsin selama satu bulan, kemudian Zahra mulai menyetorkan hafalan Quran pada bulan Desember 2016. Alhamdulillah, berkat  anugerah dari Allah swt, Zahro menghatamkan setoran hafalnnya sebanyak 30 juz pada tanggal 14 februari 2018. Jadi, Zahra telah menyetorkan hafalannya selama kurang lebih 1 tahun 2 bulan. Meskipun Zahra masuk RQ Data belakangan di antara teman-teman seangkatannya, tapi Zahra menjadi yang pertama menyelesaikan setoran hafalan Al-Quran sebanyak 30 Juz. Allahu Akbar.

Dari pengalaman Zahra, saat pertama kali menghafal, sehari menyetorkan ½ sampai 1 halaman. Meskipun sudah pernah menghafal sebanyak 2 juz sebelum di RQ Data, ketika awal menghafal di RQ Data masih merasa kesulitan untuk mencapai 1 halaman per hari. Sesuai dengan peraturan di RQ Data, Zahra harus menyetorkan ulang hafalan yang dimilikinya, sebelum menambah hafalan baru. Jadi, Zahra tetap dianggap menghafal dari 0.  Semangatnya yang membara, Zahra terus berusaha mencoba menambah hafalan lebih dari 1 halaman. Alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan untuk Zahra menyetorkan hafalan sebanyak 6 halaman (3 lembar) per hari. Masya Allah.

“Kendala saya saat menghafal pastinya ada rasa malas, jenuh, dan kesulitan pada ayat yang dihafal. Tapi saya harus melawan itu semua karena ingat  pada tujuan awal saya, yaitu mendapat ridha Allah dan memberikan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tua saya. Saat saya melantunkan ayat suci Al Qur’an, hati saya merasa damai dan tentram. Terkadang saya terharu karena tidak menyangka bahwa saya dapat menghafal Al Qur’an”,  tutur Zahra saat sharing pengalamannya.

Menurut Zahra, interaksi antara santri dan ustdzah (musyrifah), maupun pengurus RQ Data terjalin dengan baik. Ketika santri menemukan kesulitan dalam mengahafal, musyrifahnya sering kali memberi semangat kepada santri supaya tidak berputus asa. Dari pengurus juga menyediakan program refreshing maupun kajian untuk memotivasi santri agar lebih semangat menghafal, dan tetap betah belajar di RQ Data.

Di penghujung sharingnya, Zahra titip pesan untuk semua pembaca yang budiman :

Doakan ya sobat. Selain menjadi Hafidzah, saya bercita – cita menjadi pengusaha kue yang mempunyai karyawan islam dan penghafal Al Qur’an. Jadi, ketika karyawan sedang membuat kue, mereka sambil melantunkan ayat suci Al Qur’an. Pesan saya untuk para pembaca, Janganlah ragu ataupun takut untuk menjadi seorang penghafal Al Qur’an karena Allah telah menjanjikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menghafalkan kitab NYA ( QS. Al Qamar : 17,22,32,40ay). Amiin. Teruntuk teman-teman maupun bapak/ibu semua yang sedang mencari lembaga tahfizh Quran, langsung datang saja ke RQ Data. Di sini tersedia banyak program sesuai jenjang. Ada SDTQ, SMPTQ, SMATQ, Takhosus TQ, Kuliah TQ, Karyawan TQ. Sampai jumpa di RQ Data.