Aksi Kaoem Depok, YLCC, KCP dan Ketua DPRD Depok di Kali Ciliwung (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)

DepokNews- Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Kota Depok, bekerjasama dengan Kaoem Depok dan Komunitas Kali Ciliwung (KCP) lakukan aksi tanam 1.000 pohon di sekitaran Kali Ciliwung, Minggu (10/2/2019). 

Aksi yang bertemakan Kaoem Depok Ngumpal Kali Ciliwung dan Nanem Pohon ini, dalam rangka Hari Gerakan 1 Juta Pohon Se Dunia dan Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Starting point aksi di Grand Depok City, kemudian menyusuri Kali Ciliwung yang berakhir di bawah Jembatan Panus.

Ketua Terpilih YLCC Kota Depok Chico Tangke Allo mengatakan, aksi ini inisiasi dari KCP karena komunitas mereka berbasis sejarah Depok lama. YLCC pun turut mengapresiasi dengan ikut serta dalam aksi ini. Guna keperluan komunikasi, YLCC akan menyumbang HT untuk KCP Depok. Hal ini sebagai bentuk dukungan, dan sinergisitas semua pihak.

“Kali Ciliwung lekat dengan sejarah Depok, berikut Jembatan Panusnya. Kaoem Depok atau orang-orang Depok keturunan Belanda yang berada di sekitar pun ingin ikut serta dalam menjaga ciliwung,” jelas Chico di Jembatan Panus, Depok, Minggu (10/2/2019).

Sementara itu, Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo yang mewakili Kaoem Depok mengatakan, banyak komunitas-komunitad ciliwung secara sukarela berkontribusi menjaga Kali Ciliwung. Komunitas ini perlu diapresiasi dan didukung secara moril, pikiran, dan biaya karena bentuknya relawan.

“Seperti Disporaparsenibud Depok sudah memberikan support. Saya pun juga beri lewat program aspirasi di dewan. Support anggaran pemeliharaan aset-aset di Depok Lama, salah satunya jembatan panus. Semua haurs terlibat karena butuh dukungan pemerintah. Begitu pula warga Depok juga turut menjaga lingkungan,” kata HTA sapaan akrabnya.

HTA menambahkan, zaman dulu banyak warga Depok yang bermain di Kali Ciliwung, sekarang sudah menjadi oma atau opa. Sekarang waktunya anak muda ambil peran menjaga Kali Ciliwung. 
“Semua pihak harus menjaga lingkungan, apalagi yang berhubungan dengan sejarah kotanya. Karena tidak akan lekang oleh waktu, dan menjadi bukti sejarah bagi generasi selanjutnya,” tukas HTA.
Terpisah, Ketua KCP Depok Mario AB Joseph mengungkapkan bahwa seharusnya semua pihak turut menjaga Kali Ciliwung. Dengan tidak hanya mengandalkan komunitas saja untuk bergerak, apalagi kali ini begitu kental akan sejarah Depok.

“Semua harus gerak jaga aset sejarah apapun itu. Saya mengapresiasi aksi menanam pohon, semoga terus berlanjut aksi-aksi lainnya dari berbagai pihak,” tutup Mario.(mia)