DepokNews–Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid menyebutkan bahwa belum ada pola tertentu jika anak-anak mantan kombatan diserahkan ke panti asuhan.

Hal itu diungkapkan wanita yang biasa disapa yenny wahid saat diwawancari usai memberikan materi acara Bincang Seru Mahfud bertema “Inspirasi, Kreasi, Pancasila” di Balai Punomo Prawiro, Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Senin (17/2/20).

“apakah diberikan kepada orang tua asuh, atau diberikan ke panti asuhan, pola pengasuhannya seperti apa,”ujarnya.

Yenny juga tidak sepakat ketika proses pemulihannya diserahkan ke Panti Asuhan tanpa pemulihan secara intensif.

“jadi jangan juga semua orang mengatakan bahwa kasih aja ke pantai asuhan itu tidak bisa karena kalau sudah terpapar trauma sangat sulit untuk dipulihkan kembali tanpa menjalani terapi yang intensif”, tegasnya.

Selain itu Yenny mengajak agar perlu dilihat dari kasus per kasusnya, ketika ada anak-anak yang masih bisa di proses.

“kalau saya kasuistik saja kasus per kasus, jagan di netralisisr tapi ini berlaku juga untuk anak-anak yang memang, dilihat apakah masih bisa menjalami proses”terangnya.

Lanjut Yenny belum ada model terapi yang bisa diterakan kepada anak-anak mantan kombatan ISIS.

“Jadi problemnya adalah belum ada model terapi yang bisa diterapkan untuk anak-anak mantan kombatan ISIS “, katanya.

Tak hanya itu kata Yenny, masalah kesiapan sumber daya manusia dan yang lainnya yang diperlukan belum ada model bahkan semua negara di dunia.

“Karena sumber daya yang dibutuhkan itu berapa terapis yang harus siap sedia, modelnya seperti apa, itu tidak ada model dari negara manapun yang ada didunia saat ini”tutupnya.