Yayasan Daarul Rizki Memberikan Bantuan Langsung ke Rohingya

Posted on 27 views

DepokNews –Kekerasan yang dialami oleh umat muslim Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang kini menjadi perhatian dunia.

Perlakuan diskriminasi, pembunuhan hingga terusirnya etnis Rohingya dari Myanmar menjadi pelengkap akan kekejaman rezim pemerintah.

Pada saat ini, ada 200 ribu jiwa yang terisolasi dan melarikan diri ke dalam hutan mendekati perbatasan Bangladesh yang hidup dalam kecemasan lantaran sewaktu-waktu nyawa mereka bisa direnggut oleh para militer atau kaum biksu.

Ironisnya, ke 200 ribu jiwa tersebut sebagian besar adalah anak-anak yatim dan piatu yang orang tuanya dibunuh secara keji oleh pihak Myanmar.

Kondisi ini membuat Yayasan Daarul Rizki (DRP) terketuk untuk memberikan bantuan.

Selama lebih dua minggu melakukan kajian dan mematangkan strategi tim kemanusiaan DRP pun berangkat ke daerah konflik.

Bertolak dari Jakarta menuju Yangon, dilanjutkan ke Sittway, akhirnya tim kemanusiaan DRP sampai ke Rakhin State, Rohingya.

Sangat sulit bisa memberikan bantuan, sebab pengawasan ekstra ketat diberlakukan pemerintah setempat. Hampir setiap beberapa kilometer jalanan berdiri pos penjagaan militer bersenjata lengkap. Kata ketua koordinator pemberian aksi kemanusiaan Yayasan DRP, Haries Fadillah.

“Kami memberikan bantuan kemanusian berupa paket sembako, pakaian, sarung  untuk 10 ribu warga Rohingya yang hidup di dalam hutan,” ujarnya, Selasa (31/10/2017)

Pada saat ini, lanjut Haries warga Rohingnya hidup dalam kelaparan lantaran terisolasi. “Kalau keluar maka pasti mati,” ujarnya.

“Pada saat ini anak-anak paling menderita, sebab mereka mengalami trauma yang amat berat. Saat saya tiba, mereka lari ketakutan karena mereka takut ditangkap dan dibunuh, yang menanjubkan adalah mereka tetap memegang teguh agama Islam dan terus menjalankan solat lima waktu,” ujarnya.

Haries sendiri mengaku kalau dirinya tidak berani membeberkan dimana saja lokasi dia memberikan bantuan lantaran khawatir menjadi bahan informasi pemerintah Myanmar. “Tidak, saya khawatir kalau saya sebut maka persembunyian warga Rohingnya diketahui,” ujarnya.