Pemenang dan panitia Tahfidz Quran yang diselenggarakan Yayasan Al Karamina (Istimewa)
DepokNews- Sebanyak 150 anak ikuti lomba Tahfidz Quran, yang diselenggarakan Yayasan Al Karamina mengadakan lomba Tahfidz Quran untuk jenjang TK dan SD, di Mushola Baiti Jannati, Cilodong, Sabtu-Minggu (2-3/6).
Ketua Pelaksana Tahfidz Quran, Muhamad Ramdan, S.Pd.I mengatakan, lomba ini merupakan program dari Yayasan Al Karamina yang baru dilaksanakan pertama kali dalam bulan Ramadan 1439 Hijriah
“Lomba ini perdana kami selenggarakan dan alhamdulillah antuasiasme pesertanya luar biasa banyak,” kata Awing, Minggu (3/6/2018).
Awing menjelaskan, lomba Tahfidz Quran ini dilandasi oleh semangat anak-anak usia dini khususnya TK dan SD yang sudah mulai terlihat potensi dan bakatnya dalam membaca serta menghafal Alquran.
“Kami sengaja yang diutamakan anak SD untuk merangsang mereka agar lebih dekat dengan Alquran. Untuk memulai semuanya harus dari TK, semoga ini awal untuk melanjutkan pendidikan ke pesantren,” jelas Awing.
Lomba Tahfidz Quran terdiri dari tiga kategori level, dimana level 1 diisi oleh anak TK yang menghafal surat-surat pendek, begitu juga untuk level 2 kelas I-III SD. Namun, level 3 yang terdiri dari kelas IV-VI Juz Amma atau Juz 30.
Beberapa hal menjadi tolok ukur penilaian dalam perlombaan Tahfidz Quran ini, dimana yang dinilai bukan hanya kelancaran dalam mebaca Al Quran tetapi juga pengucapan dan melagukan tajwid secara benar.
“Kalau hanya bisa membaca dan mengenal huruf tanpa mengerti Makhrojnya Alquran itu tidak enak dibaca dan sulit di hafal. Itu sudah menjadi satu paket,” ujar Ketua Yayasan Al Karamina, Wasnadi Shobirin ditemui di sela-sela acara.
Wasnadi menuturkan, lomba Tahfidz Quran ke depan akan menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan al Karamina setiap Bulan Ramadan. Serta akan membuat sekolah untuk para penghafal quran dengan target 1 juta penghafal quran.
“Kalau sudah dididik dari kecil secara benar akhalaknya baik dari segala bidang yang ia lakukan dan dijauhkan dari perbuatan yang buruk,” tutup Wasnadi.(mia)