DepokNews – Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan penyuluhan bagi para pedagang kantin dan jajanan di sekolah dan para Guru di Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat.

Penyuluhan dilakukan di SDN Pondok Cina 3, SDN Pondok Cina 5, SDN Beji 4, SDN Beji 5, SDN Beji 7 dan SDN Tanah Baru 2 dan diikuti oleh 22 pedagang jajanan dan 18 pewakilan guru dari setiap sekolah.

Pedagang jajanan sekolah yang mengikuti kegiatan ini kebanyakan merupakan pedagang jajanan keliling yang tidak menetap dan belum menerapkan higiene sanitasi makanan seperti pemilihan bahan baku, tempat penyimpanan bahan, fasilitas sanitasi dan higiene perseorangan. Hal ini dapat menjadi potensi kontaminasi makanan dan menjadi sumber penyakit.

Ketua tim Pengmas FKM UI Dr. Ririn menuturkan, “Latar belakang pelaksanaan Pengmas ini didasarkan atas penelitian mengenai jajanan anak sekolah dasar pada tahun 2018, Kecamatan Beji merupakan kecamatan di Kota Depok dengan angka kontaminasi bakteri tertinggi pada jajanan anak (bakteri coliform sebanyak 64% dan bakteri E.coli sebanyak 11%).

“Penelitian lain juga menyebutkan bahwa sebagian besar (94%) pedagang yang berjualan di kantin Sekolah Dasar di Kecamatan Beji belum pernah mengikuti pelatihan mengenai higiene sanitasi pengolahan makanan.”ujarnya saat dikonfirmasi. Selasa (12/11/2019).

Penyuluhan dibagi menjadi dua kelompok yaitu pada pedagang dan guru. Pada setiap pertemuan masing-masing kelompok difasilitasi oleh dua orang fasilitator.

“Waktu kegiatan berdurasi 120 menit yang diawali dengan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan mereka mengenai higiene sanitasi makanan dan diakhiri juga oleh post-test yang bertujuan untuk melihat pemahaman setelah pemaparan materi. Hasil dari perbandingan pre-test dan post-test menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan, “tandasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pedagang dan guru mengenai higiene sanitasi, menumbuhkan kepedulian warga sekolah terhadap kualitas jajanan yang dijual di kantin sekolah, dan mengubah perilaku pedagang jajanan sekolah agar terbiasa menerapkan prinsip higiene sanitasi.