DepokNews– Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan bahwa konsep bela negara tidak hanya dalam bentuk takline. Namun bela negara kata dia lebih ke Implementasi dan pelaksanaan di masyarakat.

“Bela negara jangan sampai tekline saja tapi penting proses pelaksanaan di masyarakat yang dibutuhkan,””ujarnya usai apel bela negara di Lapangan Balai Kota Depok. Kamis (19/12/2019).

Dijelaskan Pradi dalam sambutan presiden yang dibacakan dalam sambutan tadi menggambar kondisi kebhinekaan Indonesia yang luar biasa.

“Kalau cermati sambutan tadi presiden mengingatkan bahwa kebhinekaan yang dilaksanakan di negeri ini sangat luar biasa dan kita harus jaga itu melalui momen bela negara ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Depok, Hakim Siregar menuturkan di dalam undang-undang telah mengatur tentang konsep bela negara yang harus diikuti.

“Ada kewajiban kita untuk bela negara jadi jika bangsa dalam keadaan genting kita bisa terlibat untuk melakukan bela negara,”ujarnya.

Kota Depok sudah membentuk satgas bela negara yang difokuskan kepada para pelajar. Dalam setiap tahun ada 100 pelajar yang mengikuti program bela negara.

“Pembinaan lebih lanjut 100 orang pelajar SMA/SMK se Kota Depok ada tiga angkatan yang sudah dilaksanakan,”tuturnya.