DepokNews–Masyarakat  menutup pintu perlintasan Kereta Api Perum Gaperi RT.01/11, Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor,  pada Senin (29/1) dikarenakan para penjaga operator palang tidak mau berjaga karena belum digaji.

Salah satu warga Juni mengatakan palang pintu tidak dijaga petugas karena penjaga gardu palang pintu, Adi dan Mamur sudah melepas tanggung jawab sebagai penjaga gardu palang disebabkan sudah beberapa bulan sudah tidak menerima honor.

“Bapak Adi maupun Mamur sudah tidak mendapat gaji berupa honor dari pihak instansi terkait yaitu Pemda Kab Bogor, Dinas Perhubungan (Dishub) dari bulan 10. Karena alasan itu sekarang sudah tidak dijaga lagi,”ujanya.

Sebagai sopir angkot 31 jurusan Terminal Bojonggede – Kandang Roda ini,  inisiatif warga lingkungan antisipasi jatuhnya korban lantaran pintu perlintasan sudah tidak dijaga akhirnya ditutup.

“Semua pengendara bermotor baik pribadi maupun umum mengambil jalur alternatif lain jika mau ke arah Depok maupun Bogor. Karena di sekitar lokasi merupakan jalan alternatif ke Cibinong,”katanya.

Sementara itu Ahmad, 56, tokoh masyarakat Kedung Waringin menuturkan, penjaga pintu palang perlintasan Gaperi sudah diambil alih masalah pembayaran honor oleh Dinas Perhubungan Kab. Bogor.

“Awalnya penjaga pintu dibayar oleh pengembangan Perum Gaperi karena kini sudah berstatus diambil alih Pemda maka yang bertanggung jawab adalab Dinas Perhubungan setelah sebelumnya ada pertemuan kesepakatan pembayaran penjaga pintu palang oleh Dinas Perhubungan,”ungkapnya.

Kapolsek Bojonggede Kompol Agus Koster Sinaga, mengatakan permasalahan pembayaran honor para pintu penjaga palang kereta Perumahan Gaperi Stasiun Bojonggede ini sudah sempat dibahas bersama oleh beberapa instansi terkait di kantor Stasiun Bojonggede.

“Pertemuan sudah kita lakukan antara penjaga pintu palang Gaperi, Camat Bojonggede, PT KAI, serta dari Pemda Kab Bogor Dinas Perhubungan. Setelah pihak Perum Gaperi sudah tidak sanggup lagi membayar, maka disepekati Dinas Perhubungan untuk membayar honor penjaga pintu palang,”tuturnya.

Dia menambahkanu mengantisipasi jatuhnya korban lantaran tidak ada yang menjaga pintu palang anggota ditempatkan dilokasi.

Anggota bersiaga di lokasi membantu menyebrangkan pejalan kaki.  Sedangkan pengguna kendaraan kita putar mencari jalan alternatif lain.

“Dari kejadian ini sudah kita laporkan ke Dinas Perhubungan.”katanya.