DepokNews–Tapos – Hujan yang mengguyur Kota Depok setiap hari menyebabkan genangan air dan memicu berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Sudah banyak korban berjatuhan di sejumlah wilayah Kecamatan Tapos akibat gigitan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut. Baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang meninggal dunia. Untuk mengatasi masalah itu warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk, salah satunya dengan cara pengasapan atau fogging.

Hari Sabtu (19/6/2021) warga RT 04/010 Kelurahan Sukatani, Tapos, Kota Depok secara sukarela urunan membeli cairan obat dan solar untuk melakukan fogging. Dengan dibantu oleh PKS Kecamatan Tapos yang menyediakan alat fogging dan operatornya.

Menurut keterangan dari tokoh masyarakat setempat, Slamet Riansyah yang ikut mendampingi Ketua RT 04/010 mengatakan, fogging dilakukan karena permintaan warga dan sudah ada 2 orang yang terkena DBD.

“Sudah ada 2 orang warga kena DBD. Kemarin kita lakukan (fogging) dari jam 09.00 pagi sampai sebelum waktu Asar pukul 14.30 WIB. Dana dari patungan warga, kita dibantu PKS untuk alat dan operatornya,” kata Slamet saat dihubungi, Minggu (20/6/2021).

Ketua RT 04/010 Subari mengungkapkan, warga bahu membahu melakukan pengasapan untuk mencegah agar DBD tidak menyebar di kampung mereka.

“Kita belikan cairan obat 2 Liter dan solar 25 liter. Urunan dari warga terkumpul Rp. 700.000 dan sisanya dikeluarkan dari kas RT sebesar Rp.150.000 dari total Rp.850.000 operasional kegiatan fogging ini,” ungkap Subari.

Pada kesempatan itu Slamet Riansyah dan Subari mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan fogging di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada PKS Kecamatan Tapos yang sudah membantu fogging di sini. Serta kepada warga yang rela urunan demi kesehatan di lingkungannya,” ucap Slamet yang juga Ketua DKM Musholla Nurul Amal Sukatani.

”Terimakasih kepada semua pihak, mudah-mudahan lingkungan kami terbebas dari DBD. Selanjutnya harapan kami, semoga PKS lebih maju lagi. Dan masukan kami, agar alat foggingnya ditambah. Sehingga lebih cepat selesai foggingnya.” pungkas Subari.
(shl)