DepokNews– Sampah ternyata tidak hanya identik dengan kotoran dan bau. Namun ternyata keberadaan sampah juga memberikan nilai ekonomis seperti hal nya yang dialami warga keluraha Duren Seribu (Duser).

Ketua TP PKK Kelurahan Duser, Ika Kamila mengatakan selain mengurangi volume sampah, pemilihan sampah yang dilakukan juga dapat mendatangkan pundi rupiah.

“Warga bisa mendapatkan uang dari sampah yang sebelumnya mereka pilah terlebih dahulu. Warga menjual sampah per kilonya mulai dari Rp 50.000-200.000,” ujarnya kemarin.

Dijelaskan Ika wilayahnya Duser ada delapan bank sampah yang terletak di RW 01, 02, 03, 05, 06, 07, 10 dan 11. Bank sampah dipusatkan di Posyandu masing-masing RW.

“Namun saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini hanya ada empat bank sampah saja yang tetap beroperasi, sisanya tutup sementara” katanya.

Untuk sampah yang dapat ditukar di bank sampah merupakan sampah yang tidak dapat diurai. Seperti botol berbahan plastik dan kaca, besi, kardus plastik maupun kertas.

“Hasil dari penjualan sampah biasanya warga tabung, kemudian akan diambil jika untuk keperluan penting,” pungkasnya.