Ssntunan anak yatim Waras Wasisto (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto saat mengadakan “Santunan Yatim Piatu bersama Mas Waras” dalam Rangka Tasyakuran Milad ke-48 di Cafe Mat Dudung Ruko CSS RT3/4, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, Sabtu (13/10/2018).
Hal tersebut juga untuk menindaklanjuti perintah Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, guna memenangkan Pileg dan Pilpres 2019, seluruh pengurus dan kader partai berlambang kepala banteng ini diminta untuk tidak kenal lelah, terus bekerja, bersentuhan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kebetulan ulang tahun saya 9 Oktober. Jadi sekalian berdoa dan membantu apa yang menjadi aspirasi masyarakat, dengan santunan anak yatim. Kegiatan ini juga akan diadakan di 11 Kecamatan, tiap kecamatan 50 anak yatim, yang ada di Kota Depok,” jelasnya.

Waras melanjutkan, selama ini PDI Perjuangan dicap anti Islam. Hal tersebut merupakan hoax. Sebab, diantara Caleg PDI Perjuangan, H. Irvansyah di Caleg DPR RI, dan di DPRD Tingkat II ada Mad Arif dan Yuni Indriani yang kesehariannya aktif di kegiatan majelis taklim dan lainnya.

“Jadi tidak benar jika PDI Perjuangan anti Islam. Malah sebaliknya, kami dekat dengan ulama dan umat Islam,” tegasnya.

Waras yang kembali mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Jawa Barat (Jabar) di Dapil Kota Depok-Kota Bekasi melanjutkan, pihaknya juga menegaskan, Dapil Kecamatan Cipayung, Sawangan Bojongsari ada dua kursi, PDI Perjuangan menargetkan bisa tiga kursi. Sehingga, dengan demikian, bisa mempertahankan dua kursi di DPR RI dan menambah satu kursi untuk DPRD Provinsi Jabar.

“Target kami 15 kursi di Kota Depok, tiga provinsi dan dua di DPR RI,” terangnya.

Waras melanjutkan, Sawangan dan Bojongsari ini terkenal dengan ‘Basis Santi’. Pihaknya pun tidak alergi dengan santri. Sebaliknya, PDI Perjuangan diterima dengan baik. Sehingga, untuk melakukan kerja-kerja politik dengan lebih giat ke seluruh segmen pemilih.

“Harapan kami tentu PDI Perjuangan tetap menang di Kota Depok, dan pada umumnya secara nasional di Pemilu 2019 nanti,” tutup Waras.(mia)