DepokNews–Walikota Depok Mohammad Idris pada Senin (26/12) menghantarkan tiga jenazah korban tsunami ke Pemakaman Umum di Kampung Rawa Geni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung.

Mereka yang dimakamkan yakni Yayan Nuryanah (34 tahun), istri Koharudin yang selamat dan  dan dua orang anaknya yang meninggal yakni masing-masing Khairul Azzam (11 tahun) dan M. Zubair (1 tahun)

Koharudin, korban selamat atas kejadian itu terlihat tak kuasa menahan kepedihan ketika mengantar istri dan dua anaknya ke pemakamanan.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris  ikut memimpin langsung prosesi pemakaman pun terlihat tak kuasa menahan kesedihan.

“Kami ucapkan turut belangsungkawa dan duka mendalam khususnya warga masyarakat Depok,  Kita meyakini, kalau Allah sudah berkehendak kita tidak bisa menolak. Allah mungkin berkehendak lain yang kita tidak tahu, itulah rahasia Illahi. Kita harus berbaik sangka, dan setiap musibah InsyaAllah ada hikmahnya,”katanya.

Di lokasi lainnya korban tsunami atasmma Anitia Widyanti warga komplek perumahan Rivaria Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sukmajaya dimakamkan, sementara dua anaknya belum ditemukan.

Sekitar 43 korban Tsunami di Selat Sunda yang merupakan karyawan PLN Gandul, Kecamatan Cinere masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Puri Cinere.

Direktur RS Puri Cinere Depok dr. Judiwan D Maswar kepada wartawan mengatakan penanganan korban tsunami dari lokasi Tanjung Lesung dan sekitar di RS Puri Cinere terorganisir dengan baik (sistem penanganan rujukan massal korban bencana dari luar berjalan baik dengan melakukan mobilisasi dokter dan perawat yang tidak berdinas didatangkan ke RS.

Dirinya menyebut total jumlah sampai pukul 21.00 WIB Minggu malam (23/12), jumlah pasien rujukan tsunami dari lokasi Tanjung Lesung dan sekitarnya ada 40 orang.

Sebanyak 15 orang di antaranya harus rawat inap dan harus menjalani operasi.

Selanjutnya, jumlah dokter Unit Gawat Darurat (UGD) sejak pagi kemarin, Minggu (23/12), ada 8 orang yang bekerja secara tim bersama 20 perawat