DepokNews–Wali Kota Depok Mohammad Idris mengimbau masyarakat untuk bisa mengurangi sampah saat perayaan Iduladha.

HImbauan tersebut juga tertuang dalam surat edaran wali kota Nomor 658.1/368- DLHK tentang pengurangan sampah pada saat pelaksanaan Iduladha.

“Ini juga terkait kebijakan nasional tentang pengelolaan sampah. Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengurangi sampah saat lebaran Iduladha,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, di Balai Kota.

Dia mengatakan himbauan yang dikeluarkan antara lain masyarakat diminta membawa kembali alas sholat maupun koran bekas atau bisa disalurkan ke penampung kertas bekas.

Selain itu, bagi juru sembelih maupun panitia kurban diharap menimbun dengan baik limbah bekas kurban dalam tanah atau diolah menjadi pupuk.

“Untuk membungkus daging kurban, kami harapkan panitia menyiapkan wadah makanan yang mudah terurai seperti besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, daun jati, daun pisang dan lain-lain,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Depok Etty Suryahati mengatakan, jika imbauan ini dilakukan secara serentak oleh masyarakat Kota Depok, maka bisa mengurangi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Marilah lakukan hal kecil untuk sebuah perubahan yang besar. Mudah-mudahan seluruh warga Depok bisa menjalani imbauan ini saat Iduladha dan dalam setiap kesempatan lainnya,” harapnya.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengimbau warga Kota Depok untuk menggunakan wadah daging kurban yang ramah lingkungan yakni dengan menggunakan besek bambu.

“Kurangi kantong kresek plastik, gunakan besek bambu untuk wadah hewan kurban saat dibagi-bagi ke fakir miskin dan anak yatim piatu,” katanya.

Dia berharap, imbauan ini bisa menjadi tradisi baru yang lebih ramah lingkungan untuk warga Kota Depok.

Budaya positif ini, bisa dimulai dari para pejabat terlebih dahulu.

“Saya telah memesan 1.000 besek bambu kepada perajin bambu di Kota Depok. Selain ingin turut dalam menjaga lingkungan dan menjadi contoh bagi masyarakat juga,” jelasnya.

Dia menambahkan, besek yang berbahan dasar bambu cenderung ramah lingkungan dan memberikan keuntungan kepada para perajin bambu yang ada di Kota Depok.

“Kalau kantong plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alamiah”katanya

Belum lagi, plastik juga mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan.

Lebih sehat pakai besek bambu. Bisa dipakai kembali dan mudah terurai secara alamiah.