Wali Kota Depok Mohammad Idris (Istimewa)

DepokNews–Pembatasan sosial bersakala besar yang diterapkan Pemkot Depok berhasil menurunkan angka reproduksi kasus Covid-19 di Kota Depok, hingga hari ke-88 (25Mei 2020) telah banyak mengalami penurunan.

Wali Kota Depok, Muhammad Idris mengatakan penurunan tersebu adalah dampak intervensi program
yang dijalankan dalam penanggulangan Covid-19 dan partisipasi warga dalam mendukung kebijakan dan protokol pemerintah.

“Meskipun demikian, kita masih harus extra waspada karena
Rt Kota Depok masih >1 (1,39) berdasarkan perhitungan dari data real yang ada pada GTPPC
Kota Depok,”ujar Idris. Kamis (28/5/2020).

Selain itu Idris mengungkapkan Kota Depok masih dalam masa PSBB, sehingga protokol yang digunakan adalah protokol PSBB. Untuk itu sebagaimana kesepakatan FORKOPIMDA saat ini sedang mengajukan perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020, dan masih menunggu respon kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Segala alternative
kebijakan telah kami siapkan, karena perkembangannya sangat dinamis, baik data real perkembangan kasus maupun kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah dan Pemerintah Provinsi
Jawa Barat, demikian pula sinergi kebijakan antar daerah di Jabodetabek,”katanya.

Idris juga meminta kepada seluruh elemen untuk memaklumi kondisi ini, demi keamanan dan keselamatan
semua.

” Lebih baik kita berhati-hati dengan analisis dan kebijakan yang matang daripada kita
tergesa-gesa tetapi berdampak buruk untuk semua,”pungkasnya.