– Kematian ustat beben atau Anggraito Andarbeni akibat kecelakan di Jalan Grand Depok City nampaknya masih menyisahkan kesedihan bagi keluarga dan sabat almarhum. Bahkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris turut berbelasungkawa atas meninggalnya Anggraito Andarbeni. Selain ikut berbelasungkawa, Idris juga meminta pihak pengembang untuk menuntaskan perbaikan jalan, agar tidak terulang kasus serupa..

“Hari ini saya minta ada kejelasan dari GDC, sanggup tidak menyelesaikan pengecoran jalan dari Kartini hingga DPRD Depok. Kalau tidak sanggup lebih baik jujur karena pengecoran jalan tersebut sudah berbulan tidak dilaksanakan nah ini ada apa,” katanya saat dikonfirmasi di Balai Kota Depok. Rabu (11/12/2019)

Dikatakan Idris menanggualangi agar tidak ada lagi korban jiwa pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok. Untuk melakukan pengaspalan sementara, yang diambil dari anggaran pemeliharaaan.

Sebelu,mnya Mohammad Idris menegaskan, berdasarkan perjanjian Nota Kesepahaman (MoU) yang disepakati antara Pemkot dengan Pengembang GDC pada tahun 2017, ada klausul pihak GDC bertanggung jawab atas perbaikan jalan utama dari DPRD hingga Jalan Kartini, termasuk jembatan jangan ada genangan air.

Adapun dari DPRD ke arah Pasar Pucung atau kluster Melati, sambungnya, menjadi tanggungjawab pemerintah. Ia mengatakan, pada Musrenbang Tahun 2018, pihaknya sudah mengesahkan perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkot.

“Tahun 2019 mulai Detail Engineering Design (DED) karena harus dilelang, sehingga tahun 2020 baru mulai dibangun. Selama menunggu tahun 2020, kewajiban masing-masing untuk memperbaiki jalan itu. Namun perbaikan ini yang tidak dilakukan pihak GDC,” jelasnya.

Sementara Itu beberapa awak media meminta klarifikasi kepada pihak GDC terkait komitmen perbaikan jalan serta bentuk tanggung jawab GDC terhadap almarhum ustad Deden. Namun ketika sudah sampai ke Kantor Office yang berada di Kawasan Grand Depok City pihak security dan staf kantor memberikan jawabn bahwa pihak manager tidak ada diruangan.

“ Mohon maaf mas pak Nanonya tidak ada diruangan, tadi saya kontak no nya nggak diangkat,” kata staf yang enggan disebut namanya.

Namun para awak media meminta no pihak manajer dan diberikan no atas nama Nano. Namun ketika dihubungi no tersebut enggan untuk menjawab ketika di telpon dan bahkan tidak merespon ketika disampaikan pesan melalui watchap.

Sementara itu pantauan langsung di lapangan terlihat para petugas DPUPR Kota Depok melakukan penambalan jalan yang berlobang di sepanjang jalan Grand Depok City. Para petugas melakukan penambalan sementara dengan menutupi jalan yang berlubang dengan kerikil yang dicampuri cairan aspal.