Wah! Depok Akan Belajar Dari Bantargebang Untuk Mengolah Sampah

Posted on

Depoknews.id – Melalui Dinas Lingkungan hidup dan kebersihan kota Depok, pemerintah Kota akan menjajaki kerjasama terkait teknologi penngolahan sampah. Hal ini ditengarai mengingat kota Depok hanya memiliki satu tempat pembuangan akhir atau TPA yaitu TPA Cipayung.

Diketahui, TPA Cipayung kini sudah melampaui batas, bahkan TPA ini dinilai hanya mampu bertahan untuk 6 bulan kedepan saja. Dalam waktu tersebut, TPA ini sudah tidak bisa menampung beban sampah produksi warga Depok yang mencapai 1.200 ton per hari.

Kadin Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok melalui situs infonitas.com mengatakan bahwa salah satu upaya menekan persoalan sampah adalah melalui teknologi pengolahan sampah. Untuk itu, pihaknya akan menjajaki kerjasama dengan TPA Bantargebang, Bekasi.

“Kerjasamanya bukan sampah Depok akan dibuang ke sana (Bantatgebang). Jadi, teknik dan teknologi pengolahannya yang kami adopsi,” ungkap Etty, Jumat (6/1/2017).

Dia menambahkan, sebagai langkah awal, Etty akan melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan ke Bantargebang. “Kami akan buat FS-nya dulu. Memungkinkan atau tidak jika diterapkan di Depok,” katanya.

Teknologi pengolahan yang dimaksud Etty adalah waste energi. Di mana, sampah akan diolah dengan sistem termal atau pembakaran. “Kalau pun pembakaran, tentuya uji emisi oleh Kementerian lingkuhan hidup yang kami ke depankan. Sehingga tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar,” tandasnya.

Selain dengan Bantargebang, Depok juga sudah melayangkan kerjasama dengan TPA Nambo, Kabupaten Bogor. Namun, hingga saat ini pihak TPA Nambo belum memberikan jawaban. “Nanti kami pilih yang terbaik dan paling cepat saja (jawabannya),” imbuh dia.