DepokNews- Upaya menurunkan kasus stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan melakukan intervensi gizi sensitif di 10 Lokasi Khusus (lokus) stunting yang sudah ditetapkan berdasarkan penilaian dari indikator komposit pembangunan daerah.

“Akan dilakukan intervensi gizi sensitif untuk di lokus stunting dengan berbagai program kegiatan pendukung,” ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Widyati Riyandani saat menyampaikan paparan pada Pertemuan Konvergensi Lintas Sektor secara virtual, Rabu (04/11/20).

Widyati mengatakan beberapa program yang akan berjalan sesuai dengan jenis intervensi yang dapat menurunkan kasus stunting. Diantaranya peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi agar dapat mengakses air minum dan sanitasi yang layak.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan dengan akses pelayanan keluarga berencana (KB), akses jaminan kesehatan, serta akses bantuan uang tunai untuk keluarga miskin. Peningkatan kesadaran, komitmen, dan praktik pengasuhan, serta gizi ibu dan anak.

“Lalu akan dilakukan peningkatan akses pangan bergizi dengan akses bantuan pangan non tunai untuk keluarga kurang mampu. Selain juga akses kegiatan kawasan rumah pangan lestari (KRPL),” ujarnya.

Widyati berharap dengan intervensi yang dilakukan, kasus stunting di Kota Depok dapat terus menurun. Tentunya juga dengan dukungan dari masyarakat untuk memperhatikan lingkungan serta kualitas gizi bagi tubuhnya.