DepokNews- Masjid At-Taqwa yang berada dalam lingkungan Kampus Pancasila. Masjid seluas 2.750 m2 ini diharapkan menjadi masjid percontohan Pancasila. Dimana segala kegiatan yang bersifat mendidik dan mengajarkan nilai-nilai Pancasila bisa dilakukan disini.
“Disini semata tidak untuk ibadah. Bisa untuk diskusi dan seminar serta ada daycare dimana anak-anak mendapatkan pembinaan keagaamaan. Ada kegiatan sosial disamping juga ibadah,” kata Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (UP) Siswono Yudo Husodo, saat meresmikan masjid bersama Rektor UP Wahono Sumaryono meresmikan
Siswono, Kamis (4/10/2018).
Sebagai bentuk gambaran nilai Pancasila, secara bertahap juga nanti akan dibangun tempat ibadah lain di area lingkungan kampus UP di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Mulai dari gereja, vihara dan pura. Sehingga nantinya dapat terwujud gambaran nilai Pancasila yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Berturut akan dibuat sarana ibadah lain karena civitas akademika kita datang dari berbagai agama. Jadi nanti akan dibangun gereja, vihara dan pura sehingga kita betul-betul menggambarkan kehidupan yang menghargai seluruh agama yang ada. Sekaramg dimulai masjid dulu. Masjid ini dibagun secara gotong royong begitu juga harapan untuk tempat ibadah lainya,” jelasnya.
Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar mengatakan, pihaknya ingin masjid ini menjadi tren setter masjid kampus. Artinya, akan diberdayakan sebuah masjid sebagai pusat pencerahan. Dimana ada ada persandingan antara kecerdasan intelektual dengan spiritual.
“Perpaduan antara Iqra dan Bismirobbik akan mekahirkan umat ideal yang memerlukan keseimbangan dalam pengertian lebih luas. Jadi kita ingin alumni UP apapun agamanya bisa hidup dengan tuntunan agama. Karena kalau kekayaan intelektual sudah dimiliki tanpa ada tuntutan spiritual nanti ada kelemahan. Ilmu tanpa agama bisa melahirkan monster,” katanya.
Pihaknya memiliki cita-cita jika masjid dijadikan pusat kegiatan maka segala kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi. Dia menceritaka bahwa cara Nabi memberantas ketertinggalaan yaitu menggunakan potensi masjid. Di Indonesia ada 800.000masjid yang berada ditengah masyarakat. Ini kata dia bisa jadi sekretariat pemberdayaan umat yang luar biasa.
“Jadi mubazir masjid kalau hanya digunakana salat. Tapi harus digunakan untuk kegiatan ekonomi sosial budaya dan pencerahan,” tandasnya.(mia)