DepokNews–Universitas Gunadarma bekerjasama dengan OmniSci dan PT. Epsindo Prima Sinergi mengadakan webinar “OmniSci Indonesia Summit 2020” dengan tema “Big Data, AI, dan Data Analytics.”

Webinar ini dilaksanakan guna meningkatkan awareness dan adopsi teknologi pengolahan data dan bagaimana mempercepat pengembangan sumber daya manusia di Indonesia yang mampu menguasai teknologi pengolahan data seperti Big Data, AI, dan Data Analytics.

Beberapa organisasi teknologi informasi juga turut mendukung kegiatan ini, diantaranya Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (IPKIN), Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), dan Indonesia Artificial Intelligence Research Consortium (IARC).

Turut mendukung acara ini juga adalah NVIDIA sebagai pelopor teknologi parallel computing berbasis Graphical Processing Unit (GPU).

Kegiatan yang disiarkan melalui platform online conference Zoom dan platform media streaming Youtube secara langsung ini rupanya mendapatkan sambutan yang hangat dari berbagai instansi.

Terdapat sekitar 550 peserta yang tergabung dalam online conference Zoom dan tambahan 540 views dari platform Youtube, sehingga total penayangan webinar ini adalah sekitar 1090 views.

Webinar diawali oleh sambutan Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti, S.E. M.M., sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara.

Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Vice President Global Sales OmniSci, Joe Lee, dan CEO PT. Epsinda Prima Sinergi, Rene Indiarto Widjaja.

Pembicara pertama adalah Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. Beliau memaparkan tentang peluang munculnya pekerjaan baru berkat adanya inovasi AI di Indonesia.

Dia menyampaikan perkembangan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah, terutama bidang pendidikan, tentang percepatan pengembangan AI, yakni dari program kampus merdeka dan penguatan kurikulum IT untuk pendidikan dasar dan tinggi.

“Ini adalah peluang besar bagi kita semua untuk melakukan lompatan-lompatan, karena setiap kita mempunyai akses yang luas terhadap teknologi dan akses yang sangat luas terhadap pasar,”katanya.

Terlebih dengan hadirnya Artificial Intelligence technology, big data analytics dan Internet of Things.

“Perubahan ini atau yang lebih kita kenal dengan Industry 4.0, telah mengancam 23 juta lapangan pekerjaan di Indonesia akan hilang dan akan digantikan oleh otomasi, tapi munculnya peluang dengan lahirnya pekerjan baru yang 2 kali lebih banyak dari yang hilang, melalui kreatifitas dan inovasi yang lahir dari teknologi dan pengetahuan.”, katanya.

Tetapi banyak dari pekerjaan ini belum ada kompetensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa saat ini dengan apa yang mereka hadapi di dunia 4 tahun 5 tahun mendatang.

Ketua Pelaksana Dewan TIK Nasional (WanTIKNas), Ilham A. Habibie, Dr.-Ing., M.B.A. memaparkan materi mengenai pemanfaatan Big Data, AI, dan Data Analitik dalam mendukung transformasi digital.

Dia mengatakan keseriusan pemerintah dalam percepatan transformasi digital dengan memaparkan progress pemerintah Indonesia dalam mengelola Big Data dengan Perpres Satu Data.

“Teknologi Informasi dan Komunikasi itu sangat penting dan sangat mendasar, Kemudian mengenai Perpres Satu Data ini juga sangat penting sebagai suatu kunci bagaimana kita menggapai masa depan yang lebih cerah berdasarkan pengolahan dan pengumpulan data dalam jumlah yang besar sekali yang diolah dengan menggunakan kecerdasan artificial,”katanya.

Kemudian adanya Strategi Nasional Kecerdasan Artificial ini diharapkan mendukung implementasi transformasi digital yang diharapkan supaya sebagai bangsa dan negara bisa lebih maju di masa mendatang.

Rektor Universitas Pertahanan, Laksamana Madya TNI Dr. Amarulla Octavian menambahkan perkembangan pertahanan negara Indonesia yang memanfaatkan teknologi AI.

Dia menunjukkan beberapa teknologi peralatan tempur terbaru yang berbasiskan AI, yang dapat dimanfaatkan oleh Angkatan Darat, Udara, dan Laut.