DepokNews—Puluhan Ulama, Kiyai, Pimpinan Pondok Pesantren Depok, Pengurus NU Kota Depok menghadiri acara Silaturahmi dan Diskusi Alim Ulama Kota Depok. Anggota DPRD Kota Depok Babay Suhaimi mengungkapkan dalam silaturahmi ini ingin masukan salah satunya tentang keragaman di Depok. Menurutnya, radikalisme menjadi permasalahan bangsa. “Tidak ada salahnya kita diskusi, kadangkala ada persoalan radikalisme mengatasnamakan agama. Kita ingin mendengar ga dan nasehat dari Ulama. Untuj itu, kita jaga keragaman, agama apapun itu saudara kita,”ujar inisiator acara Silaturahmi dan Diskusi Alim Ulama Kota Depok dengan tema “Merajut Keragaman Menangkal Radikalisme”. Hotel Bumi Wiyata, Margonda.

Rois Syuriah PCNU Kota Depok KH. Syihabudin Ahmad menegaskan bahwa keberagaman adalah Sunnatullah. Untuk itu, lanjutnya, harus di terima dan di jalankan bersama-sama sebagai orang yang beriman kepada Allah Swt. “Dalammerajut keberagamaan perlu duduk bersama dalam melihat berbedaan sebagai sebuah karunia Allah Swt. Tentunya, harus banyak melihat referensi kembali kitab-kitab klasik agar luas wawasan dalam keberagaman,”paparnya.

Kepala Kemenag Depok H. Asnawi mengungkapkan tema ini sesuai dengan visi misi kementerian Agama RI. Menurutnya apa yang dicanangkan oleh pak Menteri, Jenderal Fachrurrazi bahwa Menteri Agama saat ini fokus untuk menangkal Radikalisme. “Kementerian Agama sangat tegas, menjaga wilayah kita di kota Depok, jangan sampai Radikalisme berkembang, pertama kami masuk melalui Pendidikan,”paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Jawa Barat Faizin menjadi moderator. Nampak hadir Ketua PCNU Depok ust. Achmad Solechan, para Kyai Asatidz, Habaib Alim Ulama se-kota Depok, yang berasal dari berbagai kalangan, pimpinan Pondok Pesantren, Majlis Taklim dan para pimpinan Ormas.