Konferensi international ICAS PGS (Istimewa)

UI Kumpulkan 150 Akademisi Dalam ICAS PGS

Posted on 23 views
DepokNews- Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia menggelar konferensi international bertajuk ICAS-PGS (Internasional Conference on Administrative Science, Policy, and Governance Studies) 2017 di The Margo Hotel, Senin (30/10).
Dalam konferensi tersebut tercatat ada 150 akademisi dan praktisi Ilmu administrasi berkumpul guna memecahkan beragam permasalahan di bidang administrasi publik, fiskal dan bisnis.
Rektor Universitas Indonesia Mohammad Anis mengatakan pihaknya mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh fakultas.
“Ini sifatnya multi disiplin, didekati dari berbagai sudut. Intinya bagaimana menyelesaikan tugas-tugas penting yang ada dalam acuan sehingga tujuan  Suistanable Development Goals dapat terwujud,” kata Anis.
Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UI Eko Prasodjo mengatakan konferensi dilakukan selama dua hari. Konferensi dilakukan guna menjamin tujuan Suistanable Development Goals (SDGs) dapat terwujud yakni melalui promoting dan  kerjasama antara publik, private, pengambil kebijakan, kelompok masyarakat.
“Semuanya berkolaborasi untuk mencapai tujuan itu. SDGs punya 17 tujuan dari 169 kegiatan yang harus masuk ke Rencana Pembangunan Nasional dan RJPMD. Apalagi tahun depan akan ada 171 kepala daerah yang baru dan ada pilpres,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan melalui forum tersebut ada beberapa hal yang ingin dicapai antara lain berbagai ide tentang pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin memberikan sumbangan secara praktek kepada policy yang berbasis kepada data fakta dan informasi. Kami juga menargetkan publikasi internasional yang berkaitan hal tersebut,” terangnya.
Dia menuturkan diharapkan usai dihelatnya kegiatan tersebut, ada hal yang bisa dilakukan pemerintah.
“Bagaimana menjamin SDGs itu melalui SDM birokrasi kita, bagaimana kompetensi, culture yang baik dari PNS untuk menjamin capaian SDGs. Hasil ini juga akan disampaikan ke Kementrian PAN dan juga  Bapenas,” papar Eko.
Eko yang merupakan pakar reformasi menambahkan terkait adanya serbuan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia menurutnya hal itu tidak bisa dihindari.
“Itu tren globalisasi, itu konsekuensi yang harus kita terima. Untuk itu kita juga harus siapkan segala hal yang bisa terjadi dan siap berkompetisi. Jadi kita siapkan SDM, baik di publik sektor maupun di private sektor. Konferensi ini kolaborasi berbagai bidang studi,” tutupnya.
Konferensi tersebut turut dihadiri Deputi SDM Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RB Setiawan Wangsaatmaja. Ia menerangkan saat ini pihaknya bersama Bapenas sedang membuat roadmap untuk SDM sampai 2045.
“Kami punya strategi bahwa SDM aparatur harus direkrut sesuai dengan potensinya. Daerah di Indonesia itu potensinya berbeda-beda. Rencana strategisnya juga beda dan kita harus punya kekhasan dan itu yang harus direkrut. Selain rekrutmen , bagian penting lainnya, saat masuk mulai dari pola karier sampai pensiun harus kita urusi,” tutupnya.(mia)