DepokNews–Misi kemanusiaan membantu korban gempa Lombok,  dimulai dari kantor DPD PKS Kota Depok, Senin 20 Agustus 2018, pukul 10.30 wib,  dilepas langsung oleh ketua DPD PKS Kota Depok,  Ust.  Hafid Nasir beserta jajarannya.

Dari 3 Relawan yang ditugaskan 2 relawan bergantian mengemudikan ambulance.

Melewati Jakarta yang penuh dengan kamacetan,  membuat kami  bekerja keras menembus kemacetan hingga lepas karawang, dan dapat ditembus dengan waktu kurang dari 1,5 jam.  Memasuki tol cipali lalu lintas lancar. Di rest area km 102, kami melaksanakan sholat jamak qosor, zhuhur dan ashar.

Memasuki kota Tegal kami istirahat sejenak untuk Makan siang jam 14.00 wib.

Tiba di Semarang saat Adzan Maghrib. Karena seorang relawan puasa sunnah, kami berbuka puasa sekaligua makan malam bersama, dilanjutkan sholat jama qhosor, magrib dan isya.

Perjalanan sampai Sidoarjo lancar, waktu menunjukan pukul 01.00 wib. Pergantian driver dilakukan.

Jam 04.20 wib, kami sudah sampai di Situbondo untuk melaksanakan sholat subuh.

Pagi hari jam 07.45 wib, kami sampai di Penyebrangan ketapang-gilimanuk. Sempat Sarapan pagi dengan menu sederhana nasi bungkus telor dadar + sambal teri ditebus dengan harga 7.000 rupiah per porsi.

Selasa, 21 Agustus 2018 tepat pukul 10.15 wita, kapal ferry yang membawa kami dari Ketapang Banyuwangi tiba di Gilimanuk.

Alhamdulillah…. Penyebarangan pertama berjalan lancar.

Tiba di pelabuhan gilimanuk jam 10.15 wita.

Perjalanan dilanjutkan,
Ada hal yang lucu saat kami makan siang di warung pantai di daerah Tabanan.

Warung pantai masakan muslim. Menu yang disediakan prasmanan dengan 3 kelapa muda dan nasi rames ditebus dengan harga 118.000 rupiah.

Saat pembayaran dikasir,  petugas kasir bertanya “pak,  di dalam ambulance apakah ada isinya?” dengan raut muka yang tegang sambil melirik kawan kawannya.
Mengingat armada yang kami gunakan untuk Mengantar bantuan mobil ambulance.

Sambil tersenyum saya sampaikan,  “ada isinya,  mba.
Isinya bantuan untuk korban gempa lombok.”

“Oh,  dikiria isinya jenazah.”

kamipun tersenyum.

Sebelum penyebrangan kami juga sempatkan service berkala ambulance, di kota Denpasar, kemudian sholat jamak qosor dzuhur dan ashar.

Perjalanan dilanjutkan ke pelabuhan Padang Bai untuk Penyebrangan selanjutnya menuju pelabuhan Lembur Lombok NTB.

Memasuki pelabuhan Padang Bai waktu menunjukan pukul 16.10 wita.

Jadwal Penyebrangan dari Bali ke Lombok setiap 1 jam sekali.

Jam 17.00 wita, penyebrangan bali-lombok dimulai.

Sholat jamak qosor maghrib dan isya dilaksanakan di dalam kapal ferry,
Menu makan malam sama dengan saat dipelabuhan ketapang, nasi bungkus, telur dadar dan sedikit potongan tahu ditambah salak, pisang dan Kacang rebus, ditebus 51.000 rupiah.

Alhamdulillah…
Tiba di pelabuhan Lembar Lombok pukul 23.00 wita.

Perjalanan dilanjutkan ke kantor DPW PKS NTB, dan tiba ditujuan jam 23.30 wita.

37 jam perjalanan darat dan laut, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak 1.344 km.

Alhamdulillah…
Seluruh tim relawan dan logistik bantuan sampai di tujuan dengan selamat.

Setelah shalat subuh dan sholat idul adha, kami melakukan penyerahan bantuan logistik secara simbolis ke Korlap Pusat Khidmat PKS Timnas Penanggulangan Gempa NTB, gempa Lombok, Ust. Suryadi

Menjelang Subuh kami sudah terjaga, melaksanakan Qiyamullai dan sholat subuh berjamaah di Masjid Ibnu Abbas yang terletak di halaman belakang kantor DPW PKS NTB, tempat kami bermalam.

Jam 6 pagi kami berangkat menuju tanah lapang untuk melaksanakan sholat Idul Adha berbaur bersama masyarakat.

Jam 7 pagi tim dapur umum sudah bekerja mempersiapkan sarapan pagi bagi para relawan yang bermalam di kantor DPW dan siap bertugas melaksanakan pemotongan hewan qurban.
Tahun ini DPW NTB, diamanahi hewan Qurban sebanyak 373 ekor sapi dan 43 ekor kambing dan didistribusikan ke seluruh NTB.
Alhamdulillah…. Berkah untuk PKS NTB.

Perjalanan distribusi logistik dimulai pukul 13.00 wita, setelah kami menunaikan sholat jamak qosor dzuhur dan ashar.

Hari ini diagendakan pendisrtibusian bantuan dibarengi dengan pengantaran daging Qurban.
Wilayah yang akan kami kunjungi yaitu, Kecamatan Pemenang, kecamatan Gangga, kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan di kabupaten Lombok Utara.

Disalah satu rumah warga, tepatnya di Rumah pak Marwan, beliau sekdes Malaka, kec. Pemenang, kab. Lombok Utara.
Rumah beliau rata dengan tanah dan untuk sementara tinggal di Posko Pengungsian.
Sangat menyedihkan, kondisinya.
Alhamdulillah… Bantuan terpal tenda, selimut, sarung, mukena bisa langsung kami sampaikan ke beliau dan keluarga.

Dari warga Depok, kamipun diamanahi untuk menyerahkan hewan qurban kepada warga lombok.
1 ekor kambing a.n ibu Yati, kami hantarkan ke desa akar-akar kec. Bayan kab. Lombok Utara yang berjarak +- 80 km dari kota Mataram diterima langsung oleh ketua DPC PKS Bayan, pak Sidik.

Sepanjang perjalanan memberikan bantuan, nanpak begitu indah pemandangan pesisir pantai lombok dengan hamparan pasir sepanjang pantai dan jernihnya air laut yang mengoda kami untuk berenang dan bermain air, namun disisi lain kamipun merasakan betapa cobaan masyarakat atas musibah gempa.
Sepanjang perjalanan kami menyaksikan betapa dahsyatnya kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa yang melanda lombok, masjid, rumah, hotel, rumah sakit, rusak parah, roboh dan hancur diguncang gempa.

Hari sudah malam, rasa lapar mulai terasa, kami belum mendapatkan warung makan yang buka sepanjang perjalanan.
Tepatnya pukul pukul 20.00 wita, kami sampai di desa Gumantar kecamatan Kayangan kabupaten Lombok Utara, lokasi yang sangat parah, hampir seluruh rumah rata dengan tanah, tenda-tenda darurat dibangun seadanya, banyak lembaga kemanusian membuat posko disana.

Rezeki yang tidak disangka di posko PKS Kayangan menyediakan makan malam dengan menu sop dan sate kambing.
Alhamdulillah…. Merasakan menu yang istimewa di posko PKS Kayangan.
Setelah makan malam lanjut melaksanakan kewajiban sholat jamak qosor magrib dan isya.
Jam 21.15 wita, selesai seluruh tugas pendistribuasian logistik dan daging qurban.

Menembus kegelapan malam dengan medan yang berkelok dan jurang di kanan kirinya, perjalanan kembali menuju posko utama di kota mataram masih berjarak +-60 km.

Alhamdulillah…
Tepat pukul 23.00 wita, kamipun tiba di posko utama.