Oleh :  Muhamad Ilham Syahroni (Peneliti)

Bencana Gempa 6,4 SR melanda sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat pada Juli 2018, Data terakhir dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) per 31 Agustus 2018 mencatat bahwa ada sekitar 396.032 orang mengungsi, 560 orang meninggal dunia, 83.392 rumah rusak dan gempa juga meninggalkan trauma yang luar biasa.

Jika diamati dengan seksama paska gempa-hingga saat ini, sensitivitas masyarakat sekitar NTB khususnya pada daerah yang mengalami gempa dengan intensitas yang tinggi dan berlangsung terus menerus. Oleh sebab itu kementrian Sosial bergerak melakukan penanganan rehabilitasi sosial gempa bumi NTB melalui Layanan Dukungan Psikososial (LDP) .

Layanan Dukungan Sosial (LDP) dilaksanakan oleh 85 petugas di 15 pos LDP dan menyebar ke titik pengungsian lainnya. Pos utama Layanan Dukungan Psikososial berada di lapangan Tanjung Lombok Utara.  Diantara bentuk kegiatan dari Layanan Dukungan Sosial diantaranya:

  1. Terapi Psikologis

Terapi ini meliputi penanganan Katarsis mental, trauma  healing, Konseling, Intervensi Krisis, dan motivasi Hidup

  1. Terapi Bermain

Terapi ini berfungsi menghilangkan stres dengan media permainan seperti sulap, game, flaying fox.

  1. Terapi Pendidikan

Melalui sinergi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan data lapangan menyimpulkan banyaknya anak-anak yang trauma dan merasa takut untuk bersekolah, serta orang tua yang takut lepas dengan anaknya. Untuk itu berawal dari hal tersebut maka diutuslah orang-orang yang memotivasi anak-anak agar mau belajar kembali ke sekolah.

  1. Terapi Spritual

Terapi spiritual merupakan terapi yang dilakuakn berupa pendekatan spritual melalui pengajian atau istighosah sehingga korban akan mengalami ketenangan dan kesabaran atas ujian yang mereka dapatkan semata-mata kehendak Tuhan yang maha esa.

  1. Terapi Seni

Terapi seni sendiri adalah terapi yang digunakan untuk melatih korban-korban gempa untuk lebih pede dalam berkarya biasanya terlukiskan dalam bentuk gambar, lukisan, puisi atau bentuk karnaval, supaya korban dapat terhibur dengannya.

  1. Terapi Hipnotis

Terapi ini dilakukan dalam bentuk meditasi dan relaksasi kepada korban gempa NTB

  1. Terapi Olahraga

Terapi olahraga dilakukan agar masyarakat yang terdampak lebih rilek dan menyehatkan tubuh mereka dengan berolahraga seperti : Bermain bola, bulu tangkis dan selainnya.

Diharapkan berbagai metode dalam menghilangkan trauma berupa pengarahan penguatan daya kreasi korban gempa terutama anak-anak, sehingga secara perlahan akan pulih. Diantara program dari kementrian sosial berupa kampanye sosial “NTB Bangkit dan Bangun Kembali” dan melalui kementrian sosial juga dibuat dengan skema pondok anak ceria di 59 lokasi dan total anak mencapai 5811 anak. Selain itu kementrian sosial juga memberikan bantuan khusus umtuk kelompok rentan, 512 penyandang disabilitas, 22.070 anak panti dan 978 orang lanjut usia.