DepokNews–Ratusan Mahasiswa Universitas Indonesia yang tergabung dalam kelompok Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI ikut menyuarakan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI dalam rapat paripurna pada, Senin (5/10/20) lalu.

Ratusan mahasiswa tersebut pada Kamis (8/10/20) sekira pukul 10.30-11.50 WIB telah bersiap untuk berangkat ke istana negara menggunakan Commuter Line dari stasiun UI ke stasiun Gondangdia.

Sebelum berangkat mereka terlihat berkumpul di Halte Fakultas Psikologi dan Halte FISIP selanjutnya melakukan doa bersama di Bundaran Psikologi.

Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho dalam orasinya mengatakan pihaknya menolak dengan tegas pengesahan RUU Cipta Kerja.

“UU cipta kerja bertentangan dengan UU No 15 Tahun 2019 Bab 2 Pasal 5 dan Bab ll pasal 96 tentang perubahan mas UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” kata Fajar.

Fajar menilai UU Omnibus lebih banyak mengakomodir kepentingan orang-orang tertentu yang dapat mencederai semangat reformasi.

“Menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang mencederai semangat reformasi,” katanya.

Fajar menyampaikan, BEM UI juga menolak penghapusan hak pekerja meliputi jaminan pekerjaan, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial sesuai UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Kami juga mendesak pemerintah membuka ruang partisipasi untuk masyarakat dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan,” pungkasnya.[]