DepokNews–Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi damai di depan gedung Rektorat. Puluhan mahasiswa berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya pada Senin (8/7).

Ketua BEM UI Manik Margana Mahendra ditemui di sela-sela aksi, Senin (8/7) aksi ini sebagai bentuk sikap menolak kebijakan rektorat yang akan memberlakukan masuk UI berbayar.

Menurut mahasiswa masuk berbayar di UI adalah kebijakan yang tidak logis.

“Pertama ketika dibilang parking menyesatkan, karena akses yang ditutup bukan tempat parking itu jalan. Dan berdasarkan UU tentang Jalan, ada jalan yang dimaksud yaitu jalan tol, umum, dan khusus”katanya.

Yang ada di UI ini jalan khusus, satu-satunya dari ketiga jenis jalan itu yang dapat dilakukannya pengusahaan (dalam artian bisnis) adalah jalan tol.

“Makanya kita boleh ada penarikan uang di jalan tol,” katanya.

Tuntutan yang diminta mahasiswa agar keberatan mereka perihal kebijakan masuk UI berbayar bisa diakomodir.

Mahasiswa akan melakukan berbagai upaya agar aspirasinya didengar.

Termasuk berkordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR).

“Karena momentum ini untuk calon rektor yang baru. Kita harapannya berada di kebijakan ini ada di dua kepemimpinan berbeda. Rektor sekarang dan yang baru ini,” tegasnya.

Dia dan mahasiswa berharap agar rektor yang baru nanti bisa mendukung aspirasi mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Mahasiswa juga akan melakukakn audiensi dengan Wakil Rektor II yang berhubungan dengan kebijakan tersebut. Tujuannya agar ada perbaikan kebijakan.

“Tadi bertemu P3CR. Harapan kami masukan indikator khusus calon rektor tentang azas-azas pemerintahan yang baik bisa dimasukkan ke indikator pemilihan rektor baik. Bagaimana rektor pro dgn kegiatan mahasiswa,” tegasnya.