Oleh : Raihan Hasanain

Di situasi saat ini di masa Pandemi virus corona atau bisa juga di sebut dengan Covid19 memberikan dampak yang luar biasa untuk seluruh dunia. World Helath Organization (WHO) telah menetapkan Covid 19 sebagai pandemic global setelah mengjangkiti 2.083.070  orang hingga pagi ini pada tanggal 16 April 2020 dan menyebabkan lebih dari 114.000 orang meninggal dunia. Virus Menular melalui droplet atau cairan mulut atau hidung orang yang terinfeksi. Kini Covid 19 telah menginfeksi penduduk lima benua. Oleh karena itu pemerintah ditekan untuk serius dalam menghadapi virus corona ini.

Sementara di Indonesia jumlah kasus positif corona terus bertambah, dari 2 kasus yang diumumkan Presiden Jokowi pertama kali pada tanggal 2 maret silam menjadi 5,516 yang terkonfirmasi , kemudian yang sembuh 548 orang pada tanggal 16 April 2020. Berdasarkan data sementara kemeterian kesehatan, DKI Jakarta menjadi wilayah zona merah di ikuti dengan Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Pemerintah untuk saat ini belum bisa memilih opsi lockdown akan tetapi pemerintah daerah maupun pusat sudah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akan tetapi dari dampak virus corona banyak perusahaan yang tidak bisa menjalankan usahanya seperti biasa. Sehingga menyebabkan perusahaan mengalami penuruan pendapatan bahkan ada yang tidak ada pendapatan sama sekali.

Dengan menurun nya pendapatan perusahaan berfikir keras untuk bertahan di kondisi seperti ini alhasil banyak karyawan yang di PHK. Lalu bagaimana kah seharusnya perusahaan mengambil tindakan ? apakah melakukan PHK massal kepada karyawan? Penulis mencoba merangkum beberapa solusi untuk pengusaha agar bisa di jadikan solusi untuk kedepannya.

Hal yang pertama harus di lakukan adalah jujur dan transparan kepada karyawan. Di masa saat ini jujur bisa menjadikan solusi karena karyawan mengetahui dan bisa menjadi bahan perundingan atau diskusi bersama dalam melewati masa pandemi ini.

Kemudian perusahaan harus memikirkan strategi lagi dengan melakukan mencari model bisnis yang lain tapi tetap sesuai jalur perusahaan. Nah, untuk yang status kontrak nya menjelang berakhir atau memang berakhir jangan di perpanjang dan sampaikan dengan cara yang baik dan utamakan meminta maaf terlebih dahulu.

Kemudian jika memang terpaksa untuk PHK maka gaji para direktur di potong untuk para karyawan yang di berhentikan karena mereka berhenti dari pekerjaan mereka juga susah untuk mendapatkan penghasilan maupun bertahan untuk hidup di masa pandemi ini. Bisa juga untuk para pengusaha mengambil kebijakan PHK sementara dengan memberikan kejelasan kepada karyawan memberikan voucher sembako dan menjaminkan bahwa mereka akan di panggil kembali.

Langkah selanjutnya adalah Wrk From Home, ini merupakan langkah strategis untuk di masa pandemi ini karena tidak ada kejelaasan kapan berakhirnya pandemi ini, opsi ini bisa diambil karena mencegah penyebaran lebih luas lagi di perusahaan dan kemudian tetap berjalan walaupun tidak di lakukan seperti biasanya dan tetap memantau karyawan nya agar tetap optimal bekerja walaupun di rumah

Kemudian pengusaha harus selalu mempersiapkan inovasi atau ide baru disaat sedaang berlangsungnya virus corona ini. Dan jangan lupa untuk selalu tetap tenang , berfikir jernih dan positif , diskusikan hal ini kepada direktur , karyawan untuk menemukan solusinya , tetap jaga hubungan baik dengan orang – orang dan jangan lupa libatkan tuhan untuk tetap selalu beribadah.