DepokNews–Balikpapan, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A tinjau Puskesmas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (9/10) dalam rangka Kunjugan Kerja (Kunker) Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Kalimanta Timur. Nur Azizah menilai, Puskesmas ABK Balikpapan ini sudah cukup memadai karena sudah didukung oleh banyak Therapist serta dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat dhu’afa yang membutuhkan aneka terapi seperti: Speaking Therapy, Sensory Integration Therapy, Daily Living Activity Therapy, Physiotherapy, Occupational Therapy, dan Snozelen Therapy.

”Harapan kami puskesmas yang secara khusus memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus seperti ini dapat juga didirikan di setiap wilayah di Indonesia, agar hak anak-anak berkebutuhan khusus juga dapat terpenuhi secara optimal, khususnya juga dapat memfasilitasi mereka yang tergolong masyarakat dhuafa”, jelas Nur Azizah.
Tersedianya bangunan Puskesmas yang dilengkapi Tenaga Therapists dengan aneka ketrampilan khusus, ABK dengan aneka kelemahan ketrampilan masing-masing dapat ditangani sejak dini, yang kemungkinan besar anak dimaksud bisa tumbuh dan berkembang seperti anak normal.

“Jika ABK terdeteksi sejak dini dan pemerintah daerah memiliki fasilitas puskesmas ABK, meski orang tua ABK tergolong tidak mampu secara ekonomi, insya Alloh hak pendidikan dan pelatihan dapat diberikan kepada ABK. Jika diklat / therapy diberikan kepada ABK sejak dini, insya Alloh ABK akan tumbuh menjadi anak normal dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat”, tutur Nur Azizah.

Dalam kunjungan yang diikuti oleh 17 Anggota Komisi VIII DPR RI dari Sembilan Fraski ke Puskesmas Pelayanan ABK Kota Balikpapan, Nur Azizah berdialog dengan Asna, orang tua salah satu pasien anak bernama Elia, usia dua tahun penderita Cerebral Palsy serta Tika, yang merupakan Therapist Elia. “Meskipun secara biologis sudah berusia dua tahun, karena Elia menderita Cerebral Palsy maka keterampilan fisiknya setara dengan anak usia empat bulan”, jelas Tika. Untuk mengejar ketertinggalan ketrampilan fisiknya, Elia harus dilatih oleh therapist Tika dengan aneka gerak dan perlakuan terapi yang menstimulasi peningkatan ketrampilan fisiknya.

Kepada Ibu Asna, Nur Azizah berpesan agar bersabar menghadapi cobaan atas kondisi Elia. Pada waktu yang sama, Nur Azizah memotivasi untuk lebih sungguh-sungguh mengikuti nasehat dan bimbingan Therapist Tika sesuai dengan waktu dan jenis tindak dan bimbingan yang perlu dilakukan kepada Elia agar makin terstimulasi dan terampil. Ibu Asna juga harus optimis, bahwa Alloh SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum tersebut berusaha untuk merubah nasibnya.

Melihat besarnya manfaat hadirnya Puskesmas ABK Kota Balikpapan yang baru berpenduduk 700-an ribu orang, “Kota Bekasi yg berpenduduk lebih dari 2,5 juta dan Kota Depok yg berpenduduk lebih dari 2,2 juta, seharusnya segera dibangun juga Puskesmas ABK. Hal ini perlu diperhatikan, mengingat kemungkinan jumlah ABK di Kota Bekasi dan Kota Depok juga lebih banyak, apa lagi Kota Depok juga bercita-cita ingin menjadi Kota Layak Anak”, pungkas Nur Azizah.

Sebelum kunjungan ke Puskesmas ABK Balikpapan, Rombongan Anggota Komisi VIII DPR RI disambut oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Masrawan, M.Ag. bersama Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Isran Noor, M.Si. Hadir juga dalam kegiatan ini, Walikota Balikpapan diwakili Asisten II Pemkot Balikpapan, dan Kepala Biro Kesejateraan Rakyat Setda Prov. Kaltim H Elto.

Pada Kesempatan tersebut dilakukan Penyerahan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren tahap ke-2 tahun anggaran 2020, secara simbolik dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur kepada 52 Pondok Pesantren se-Kalimantan Timur yang didampingi Kepala Kanwil Kemanag Prov. Kaltim dan Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR-RI.