DepokNews–Tim Universitas Indonesia angkatan 2015 yang terdiri dari Sutan Akbar Onggar Siahaan, Aflah Alamsah Dani, Lucky Situmorang, dan Prasetya Jodhi dibawah bimbingan Mohammed Ali Berawi mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil menjuarai kompetisi CIOB Global Student Challenge, di Edinburgh Scotlandia

Ketua tim Sutan Akbar Onggar Siahaan kepada wartawan mengatakan
CIOB GSC ini merupakan kompetisi simulasi strategi bisnis dimana setiap tim yang bertanding melakukan pengambilan keputusan pada pengembangan investasi untuk pembangunan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur.

Pada tiap babak pertandingan, tiap tim berkompetisi untuk menghasilkan arah kebijakan dan keputusan perusahaan berdasarkan pertimbangan bisnis dan ekonomi, sumber daya, dan operasional proyek.

Semua keputusan yang diambil akan mempengaruhi investasi dan keberlanjutan proyek yang menjadi perhitungan nilai kompetisi.

Pada tahun ini 39 tim dari berbagai universitas dunia bertanding selama hampir dua bulan untuk menyelesaikan simulasi berbagai kasus proyek, dan pada akhirnya sebanyak 6 finalis pemenang babak penyisihan yang terpilih untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Tahun ini, ke 6 tim finalis berasal dari enam negara dan empat benua yang berbeda: Indonesia, Amerika Serikat, United Kingdom, Kanada, Australia dan China. Sebagai finalis, seluruh pembiayaan tim yang bertanding di Scotland sejak 23-28 Juni disponsori oleh Chartered Institute of Building (CIOB) yang merupakan organisasi profesi manajemen konstruksi terbesar di dunia sebagai pihak penyelenggara. Ke enam tim finalis tersebut adalah tim Kanigara Banu (Universitas Indonesia), KLMN Construction Group (George Brown College, Kanada), Resilient Construction (Glasgow Caledonian University, Inggris), Toomer Oaks Construction (Auburn University, Amerika), Hotpot Crew (Chongqing University, China) dan Design dan CurStruct (Curtin University, Australia).

“Kami bersyukur dapat memenangkan babak penyisihan dan kemudian berhasil menjuarai kompetisi internasional ini, semoga dapat memacu kami dan semua mahasiswa Indonesia untuk terus berkarya dan berprestasi” katanya.

Di lokasi pembimbing mahasiswa Mohammed Ali Berawi menambahkan
bahwa dengan menjuarai kompetisi ini telah menunjukkan bahwa kemampuan dan kompetensi mahasiswa yang dididik di kampus universitas Indonesia mampu bersaing di dunia internasional.

Dengan ketekunan, konsistensi, kerja keras dan semangat untuk dapat menjadi yang terbaik, para mahasiswa kita telah menunjukkan kinerja yang konsisten untuk memenangi kompetisi.

Sejak awal kompetisi sampai final, tim berhasil mengambil keputusan bisnis yang sangat baik untuk kinerja investasi, sumber daya dan operasional proyek dengan menerapkan berbagai strategi dan langkah taktis yang tepat sesuai perkembangan dinamika pembangunan proyek” lanjutnya.

“Ke depan kita mesti terus meningkatkan kemampuan untuk bersaing di dunia internasional sebagai bentuk perwujudan Indonesia negara unggul dan maju”katanya.

Dia mengatakan kompetisi global kali ini membawa tim Indonesia sebagai juara dunia, yang sebelumnya diadakan di Toronto dan dijuarai oleh tim dari George Brown College, Canada setelah mengalahkan finalis tim lainnya dari RMIT University, Loughborough University, Chongqing University, Curtin University, dan Cambridge University

Kompetisi global 2019 kali ini membawa tim Indonesia sebagai juara dunia, dan pada kompetisi sebelumnya tahun 2018 yang diadakan di Toronto dijuarai oleh tim dari George Brown College, Canada setelah mengalahkan finalis tim lainnya dari RMIT University, Loughborough University, Chongqing University, Curtin University, dan Cambridge University.