DepokNews – Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (Pengmas FKM UI) menggas Kampung & Sekolah Siaga Bencana Banten” yang berlangsung di Kantor Kelurahan Desa Banyu biru, Kecamatan Labuan Kabupaten Pandegelang, Banten belum lama ini.

Kegiatan ini ditujukan bagi warga desa maupun sekolah di wilayan Banten. Adapun pemilihan lokasi pelatihan dikarenakan wilayah Banten tergolong ke dalam daerah zona merah bencana yang memiliki potensi bencana yang sangat tinggi.

Sebanyak 50 peserta pelatihan Kampung Siaga hadir, dimana mereka berasal dari warga sekitar dengan berbagai profesi seperti tokoh masyarakat, bidan, pemuda karang taruna hadir dalam program pelatihan kesiapsiagaan tersebut.

Sedangkan pada pelatihan Sekolah Siaga Bencana, dihadiri total peserta sebanyak 51 siswa/siswi dari perwakilan sekolah SMP Negeri 3 Labuan, MA. Masyariqul Anwar, SMAN 3 Pandeglang dan SMKN 3 Pandeglang.

Ketua Tim Pengmas FKM UI yang juga merupakan Guru Besar FKM UI Prof. Dra. Fatma Lestari M.Si., PhD menuturkan, Program ini merupakan wadah kontribusi UI di dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menginformasikan terkait pengelolaan risiko bencana.

“Kami melibatkan tenaga ahli dan sangat berpengalaman dalam hal kebencanaan dan kesiapsiagaan berjumlah 15 orang yang langsung membagikan pengalaman dan memberikan gambaran terkait potensi bencana yang mungkin akan dihadapi warga. Tidak hanya menyasar warga desa, kami juga menyiapkan program pelatihan yang disiapkan bagi para perwakilan Sekolah, sehingga diharapkan terbentuk Sekolah Siaga Bencana.”ujarnya. Senen (14/10/2019).

Sekolah menjadi sasaran program dengan harapan meningkatnya kesadaran dan persiapan mitra sekolah melalui pembangunan/peningkatan kapasitas dalam menghadapi bencana. Tim Pengmas FKM UI juga berupaya membangun dan membuat seluruh sekolah mitra di Desa Banyubiru Kecamatan Labuan Kabupaten Lebak menjadi aktif dalam pengelolaan pengurangan risiko bencana.

“Tidak hanya berbagi ilmu dan praktek langsung, kami juga turut memperlengkapi warga dan sekolah berupa tandu, responder bag (tas P3K), papan bidai dan mitela, serta neck collar. Diharapkan, perlengkapan ini juga mampu mendukung kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana, serta meminimalisir risiko bencana.” Tutupnya.