DepokNews–Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengedukasi warga Kukusan, Kecamatan Beji mengenai pentingnya membentuk kebiasaan konsumsi sayuran khususnya pada anak-anak pada Senin (22/7)

Dosen FKM UI Wahyu Sulistiadi mengatakan kegiatan Pengmas di Kelurahan Kukusan, melalui kegiatan sosialisasi dan seminar Gemar Makan Sayur.

“Pelatihan vertikultur atau cara bercocok tanam bertingkat yang menghadirkan para warga Kukusan yang terdiri atas Para Ibu Kader, Orang tua serta anak-anak. Kegiatan ini akan kami lakukan  hingga Agustus 2019″katanya.

Vertikultur merupakan suatu teknik bercocok tanam yang memanfaatkan lahan terbatas lebih optimal, dapat digunakan untuk menanam 20 sampai 30 tanaman bahkan lebih, pada lahan yang hanya berukuran 50 x 50 cm. 

Vertikultur dimulai dari pembuatan media tanam, pemberian tanah dan kompos, pembenihan, sampai panen.

Dia menuturkan, selain mengajak para warga untuk membentuk kebiasaan konsumsi sayuran, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan warga, khususnya menjadikan Kelurahan Kukusan menjadi percontohan kelurahan yang sehat dan minim sampah. 

“Kami mengajak warga untuk memanfaatkan lahan terbatas yang ada sebagai kebun mini dengan vertikultur sehingga terlihat lebih asri. Kedua, sampah-sampah yang dapat dipakai kembali, seperti kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas bisa digunakan sebagai media tanam atau pot.”katanya.

Wahyu menambahkan bahwa tim Pengmas FKM UI juga melibatkan anak-anak yang dipercaya sebagai agent of change

“Mereka kami libatkan dalam kegiatan bercocok tanam sayuran, mulai dari pembenihan sampai panen. Supaya anak-anak semangat mengkonsumsi sayuran yang mereka tanam sendiri. Kami juga membebaskan anak-anak untuk berkreasi dari kebun mininya dengan memanfaatkan botol-botol atau kaleng-kalengnya bisa dihias sesuai selera mereka masing-masing,”katanya.

Diharapkan serangkaian program untuk kampanye gerakan gemar makan sayuran dapat terus berkesinambungan serta bermanfaat untuk masyarakat, khususnya dalam hal meningkatkan konsumsi sayur-sayuran. 

Oleh karena itu, selama dan setelah program dilakukan monitoring bersama untuk melihat progres kegiatan sehingga diharapkan mengkonsumsi sayuran dan bercocok tanam dapat menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.