Katim Jaguar Iptu Agus Winam saat mengamankan remaja yang hendak tawuran.

DepokNews–Tim Jaguar Polresta Kota Depok pada Minggu (24/6) dinihari berhasil mengamankan belasan remaja beda kelompok diduga mau tawuran di dua lokasi berbeda daerah Pancoran Mas.

Selain sejumlah senjata tajam berbagai jenis disita, juga dua buah jimat yang dibungkua sebagai kekebalan aliran “Mahesa Kurung”.

Katim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus mengatakan berkat laporan masyarakat pihaknya berhasil menggagalkan aksi tawuran antar dua kelompok berbeda di daerah Pancoran Mas.

Dia mengatakan penangkapan pertama anggota sekitar pukul 01.00 WIB, Jaguar memeriksa remaja yang sedang nongkrong di pinggir Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas.

“Dari lokasi tersebut anggota kita kedapatan dari keempat yang digeledah badan didapatkan dua senjata tajam jenis celurit dan dua orang lagi membawa jimat yang dibungkus”katanya.

Di lokasi lainnya sekitar pukul 3.30 WIB di Jalan Raya Citayam (Dipo) Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung  sekitar 13 remaja berstatus pelajar SMA  sedang nongkrong langsung digeledah anggota disekitar mereka disembunyikan empat buah celurit.

“Untuk senjata tajam yang kita sita sebanyak enam buah dari dua lokasi berbeda diduga akan digunakan untuk tawuran”katanya.

Anggotanya juga mensita tiga buah jimat kertas dibungkua digunakan untuk jaga-jaga dan juga katanya bisa kebal dari serangan senjata tajam.

“Sebanyak 17 orang yang kita amankan dari dua lokasi berbeda langsung dibawa ke Polsek Pancoran Mas untuk diperiksa lebih lanjut. Serta barang bukti enam celurit serta tiga kerta jimat disita sebagai barang bukti,”tambahnya.

Dia mengatakan diduga Genk Mahesa Kurung setelah lama tidak terdengar kelompok Mahesa Kurung sebuah geng motor sering buat onar di wilayah perbatasan Depok – Jakarta.

Iptu Winam menambahkan mengetahui katanya jimat dari pelaku mengaku sebagai kelompok Mahesa Kurung tersebut sempat termehek-mehek (nangis) sewaktu anggota menakut-nakuti pelaku mau dibacok.

“Tidak masuk akal katanya pelaku bawa jimat untuk bisa kebal senjata tajam. Tapi saat dicandain sama anggota kita katanya mau dites bacok senjata tajam malam menangis,”tuturnya.

Dari peristiwa ini Iptu Winam menghimbau khususnya bagi para orang tua untuk tetap mengawasai setiap pergaulan anaknya di lingkungan. Membawa senjata tajam di tempat umum tanpa diketahui digunakan yang wajar dapat terkena hukum.