DepokNews–Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Depok, Syafruddin Qomar mengklaim, sampai dengan saat ini, tak satupun pelajar asal Depok, diamankan di Polda Metro Jaya.

Dia mengatakan setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah kepala sekolah SMA/SMK yang nama sekolahnya tercatut dalam info tersebut.

“Kami bersama satgas kedisplinan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ternyata alhamdulillah, enggak ada satupun anak-anak yang terciduk di Polda. Kalau pun ada, mereka yang sampai ke sana, saya belum tahu lagi informasinya,” katanya pada Kamis(26/9).

Syafruddin tak menampik, jika informasi terkait adanya sejumlah pelajar Depok, yang diamankan di Polda Metro Jaya telah tersebar luas melalui pesan berantai WhastApp.

Namun, ia meyakini itu adalah berita bohong alias hoax.

“Yang jelas, laporan dari setiap sekolah saya cek, tidak ada siswa yang diamankan di Polda. Namun, kami belum koordinasi ke Polda, tetapi ke Polsek-polsek sudah. Dan, kalaupun ada informasi terkait hal itu, tentunya kami sudah dilaporkan. Tetapi, sampai saat ini belum,” ujarnya.

Syafruddin mensinyalir, aksi yang dilakukan sejumlah pelajar terjadi akibat adanya hasutan dari jejaring sosial media atau sosmed.

Terkait hal itu, ia pun mengimbau kepada siswa untuk tidak mudah terprovokasi.

“Saring dulu sebelum sharing. Pastikan kebenaran informasinya dan jangan mudah terprovokasi dengan berita bohong atau hoax. Tugas siswa itukan hanya belajar. Kami juga berharap pada para orangtua dan pihak sekolah untuk terlibat aktif mengawasi putra-putrinya saat menggunakan medsos,” katanya.

Lebih lanjut, Syafruddin mengakui, jika nantinya ditemukan ada siswa yang terlibat dalam aksi ricuh, kemarin, pihaknya tetap akan memberikan pendampingan, mengingat mereka masih di bawah umur.

“Untuk sanksi, kami serahkan ke masing-masing sekolah. Yang jelas, mereka akan kami dampingi, karena kan masih usia wajib belajar,” katanya.