Edi Sitorus Ketua DPD Demokrat Kota Depok

DepokNews- Koalisi Tertata terang-terangan mengusulkan nama Diana Dewi, sebagai calon Wakil Wali Kota Depok mendampingi Mohammad Idris.

Tertata yang kini berganti nama menjadi Tertata Adil Sejahtera (TAS), setelah PKS bergabung, tetap akan menerima siapa pun calon wakil yang nanti akan diusung berdasarkan keputusan bersama.

Tiga partai yang tergabung dalam Koalisi Depok Tertata, yakni Demokrat, PAN dan PPP telah menyampaikan ke DPD PKS nama Diana Dewi yang juga Ketua Kadin DKI Jakarta tersebut.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan, sesuai dengan apa yang disepakati dengan Mohammad Idris, Tertata mendukung petahana dan ingin PKS ikut bersama.

“Kami telah menyampaikan dalam rapat sebelumnya, ada kesepakatan bahwa PKS, Demokrat, PAN dan PPP membentuk koalisi TAS, Tertata Adil Sejahtera. Yang diusung sebagai Calon Walikota Pak Idris,” kata Edi, Selasa (28/7/2020).

Untuk calon Wakil Walikota-nya pun harus disepakati bersama, antara partai yang tergabung di Koalisi TAS dan Mohammad Idris.
Saat itu, PKS menyampaikan tiga calon dari mekanisme Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira), yakni Imam Budi Hartono, Moh. Hafid Nasir dan T. Farida Rachmayanti. Sementara dari Tertata, Edi mengusulkan nama Diana Dewi.

“Ini lah yang sedang kami coba sepakati, siapa kira-kira yang akan mendampingi Pak Idris. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat, kesepakatan ini sudah makin mengerucut,” ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD Depok ini melanjutkan, Tertata sendiri rasional untuk mengusulkan hal tersebut, wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Cimanggis ini pun berharap bisa terdapat kesepakatan yang baik untuk seluruh partai di Koalisi TAS.

“Siapapun nanti yang dipilih secara rasional, baik dan objektif, Koalisi TAS sendiri akan tetap utuh dan mendukung keputusan bersama,” tuturnya.

Ketua partai yang tergabung di Koalisi Tertata pun sebelumnya pernah bertemu dengan Diana Dewi. Namun, dalam politik sendiri dinamis, sehingga nantinya akan ada hal-hal yang disampaikan PKS maupun Demokrat, PAN dan PPP.

“Tapi, intinya adalah Koalisi TAS, calon walikotanya adalah Pak Idris. Sedangkan, untuk wakilnya, masing-masing sudah menyampaikan, tinggal bagaimana keputusannya, kita tunggu. Minggu-minggu ini harus sudah ada kepastian,” ungkapnya.

Edi kembali menegaskan, kedepannya, jika usulan calon wakil walikota dari PKS atau dari Tertata yang dimajukan, seluruh partai yang tergabung dalam Koalisi TAS akan siap dan menerima keputusan tersebut.

“Harus siap. Karena, untuk calon wakil walikota ini sifatnya hanya usulan, artinya kita tidak bisa memaksakan, begitu juga PKS, ini harus rembuk. Dari Tertata dan mungkin jadi PKS, mana yang terbaik mendampingi Pak Idris,” terangnya.

Sebab, Edi menambahkan, target Koalisi TAS bukan hanya menang, tapi bagaimana calon yang didukung mampu melakukan sesuatu untuk Kota Depok.

“Nanti kita coba dan masukan ke dalam RPJMD, bagaimana calon yang kita dukung mampu meningkatkan kesejahteraan warga Depok,” tutup Edi.(mia)