Depok – Komunitas Bank Sampah kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos Kota Depok , melakukan kunjungan tempat budidaya maggot di Puri Depok Mas , Pancoran Mas dan diEnggal Farm Sawangan Baru Depok pada hari Sabtu (25/9/2021). Mereka merasa tertarik dengan pembudidayaan maggot yang nantinya bisa dipakai untuk mengurai sampah.

Komunitas bank sampah Kelurahan Sukatani dengan Ketuanya Barnah dimana komunitas ini sering bekerjasama dengan PKS melaui UPKK Ranting Sukatani pada kunjungannya ke budidaya maggot didampingi oleh ketua bank sampah tingkat Kecamatan Tapos Roihatul Jannah dan rombongan.

Dalam kunjungan di dua tempat pembudidayaan maggot tersebut mereka mendapat penjelasan dan pengarahan langsung tentang budidaya maggot baik dari pekerja maupun pengelola budidaya maggot RT.07 Puri Mas dan Enggal Farm.

“Dari dua pengelola dijelaskan maggot itu sejenis belatung pengurai yang dihasilkan dari BSF atau lalat hitam. Ukuran lebih besar dan panjang dari lalat biasa. Lalat ini berwarna sedikit kehijauan. Maggot sendiri berwarna krem kekuningan dan tidak berbau. Jadi berbeda dari belatung yang biasa kita lihat ,” ujar Barnah, ketua komunitas bank sampah Sukatani.
“Dan satu lagi, lalatnya (larva) menetas di tempat yang bersih. Ia tidak akan mau bertelur di tempat yang kotor,” sambung Barnah.

Disebutkan juga cara pengembangan, pembibitan dan produksi maggot. Hingga maggot yang bisa mengurai sampah.

“Maggot banyak diminati untuk bahan baku alternatif pembuatan pakan ternak. Seperti untuk ikan lele, bebek, itik, ayam dan sebagainya. Makanya pengelolanya juga berternak ikan lele. Selain bermanfaat sebagai pakan ternak, maggot juga bisa mengurai sampah yang berjenis sayuran dan makanan,” tambahnya.

Lebih lanjut Barnah menjelaskan apa yang didapat dari kunjungan tersebut berkaitan erat dengan aktifitas komunitas bank sampah yang ia jalani bersama teman-teman.

“Bahan baku untuk membudidayakan maggot ini berasal dari sampah organik yang memang biasa kami kelola dan kami peroleh dari sampah rumah tangga,” jelasnya.

Kemudian Barnah mengatakan manfaat dari kunjungan tersebut bisa menjadi salah satu solusi masalah persampahan dan pengetahuan yang rombongan dapatkan dapat diteruskan kepada anggota.

“Kunjungan ke tempat budidaya maggot dirasakan manfaatnya bagi kami untuk membantu masalah persampahan dan akan kami sosialisasikan kembali kepada anggota bank sampah lainnya,” pungkas Barnah. (shl)