DepokNews — Anggota DPRD Kota Depok yang duduk di Komisi C, Sri Utami merasa prihatin dan geram mendengar laporan dan kegelisaan warga tentang banyaknya anak muda yang pacaran di Terminal Jatijajar yang kondisinya makin memprihatinkan atau terbengkelai.

“Terminal Jatjajar teermasuk type A, keweanangan ada pada Pemrintah Pusat. Kami dari Kom C bersama Dishub Kota Depok sudah berulang kali menyuarakan ke Kementrian Perhubngan dan terakhir ke BPTJ agar segera debereskan. Bahkan saya mengajak anggota Komisi V DPR RI Bapak Mahfudz Abdurrahman untuk sidak kesana yang kemudian diikuti dengan kunker spesifik Komisi V DPRRI kesana pertengahan tahun lalu,” kata Sri Utami pada depoknews.id, Rabu (20/12/2017).

Menurut Sri Utami, Walikota mestinya juga sudah sering menyuarakan. “Sebenarnya yang perlu dipertanyakan will kemauan dari Pemerintah Pusat mau ga sih bantu Depok. Kenapa laporan yang sudah bertubi-tubi ini belum juga direspon. Termasuk kegelisahan warga tentang digunakan tindak asusila juga sudah kami suarakan,” tambah Sri Utami geram.

Sebagaimana diberitakan pada media nasional, Warga di sekitar lokasi Terminal Jatijajar mengeluh dan protes berkaitan setiap malam kawasan Terminal Bus Jatijajar dijadikan tempat nongkrong anak muda untuk pacaran serta lainnya. Mereka minta walikota bersama instansi terkait untuk melakukan patroli dan lainnya.

“Keluhan dan protes dilakukan dengan mengirim surat ke Walikota Depok terlebih ada rencana lahan bangunan Terminal Bus Jatijajar yang masih kosong kerap dipergunakan panggung hiburan, ” kata Ketua RW 01 Jatijajar, Mauludin.