Terminal Jatijajar (istimewa)

DepokNews–Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan pengoperasian dibarengi infrastruktur secara menyeluruh Terminal Jatijajar pada akhir 2019.

Saat ini terminal tersebut masih dalam tahap ujicoba.

Terminal Jatijajar mulai dibangun tahun 2008 dan selesai tahun 2018. Pembangunan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya beroperasi.

Pembangunan terminal ini menelan anggaran hingga miliar rupiah. Karena tipe A maka kewenangan atas pengelolaan terminal tersebut berada di pemerintah pusat.

Pembangunan terminal dilakukan dalam beberapa tahap. Terminal ini akan resmi dioperasikan tahun depan setelah jembatan selesai dibangun.

Direktur Prasarana BPTJ, Heru Wisnu Wibowo kepada wartawan mengatakan, pembangunan Termijal Jatijajar masih dalam lanjutan.

“Kami harapkan nantinya bisa memenuhui standar terminal tipe A. Terminai tersebut telah diresmikan oleh BPTJ dan Pemerintah Kota Depok pada 17 September”katanya baru-baru ini.

Saat ini, kata dia, memang sudah beroperasi, tapi bus AKAP belum masuk ke terminal karena masih mengurus Kartu Pengawasan (KP) bagi bus AKAP yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan.

Di  tahun 2019 bisa beroperasi minimal. Kalau untuk keseluruhan belum bisa, paling menjelang akhir tahun (2019).

Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihantono mengungkapkan, Terminal Jatijajar baru tahapan operasional ujicoba.

“Akhir tahun ini jembatan kita rampungkan dulu. Terminal Jatijajar baru masuk tahapan ujicoba dan terus dilakukan evaluasi,” katanya.

Pihaknya akan melakukan evaluasi ujicoba Terminal Jatijajar dilakukan hingga akhir tahun ini.

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kekurangan fasilitas infrastruktur dan pelayanan di Terminal Jatijajar.

Sehingga, kata dia kedepannya Terminal Jatijajar bisa masuk kategori terminal Transit Orinted Development (TOD).

“Ini kan baru operasional ujicoba dulu. Terminal Jatijajar dioperasikan bentuk dari sinergitas pemerintah pusat dan daerah,”katanya.

Kuota terminal ini bisa menampung hingga 200 armada. Pada musim mudik kemarin, terminal ini sudah digunakan untuk akses bus AKPD dan AKAP.

Terminal Jatijajar masuk dalam tipe A yang kewenangannya berada diu Pemerintah Pusat yakni BPTJ.

Namun sinergi dengan pemerintah daerah setempat juga terus dijalin. “Ini bukti sinergi pusat dengan daerah.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, Dadang Wihana menyatakan, kewenangan Terminal Jatijajar berada di tangan Pemerintah Pusat, dalam hal ini BPTJ.

“Kita mensupport langkah Terminal Jatijajar dioperasikan penuh. Karena Jalan Raya Bogor harus bersih dari bus antar provinsi mangkal di jalan itu,” katanya.

Proses pengoperasian penuh terminal, saat ini sedang menyelesaikan perubahan kartu pengawasan (KP).

Ia menjelaskan, KP untuk operasional kendaraan bus jenis AKAP di Terminal Jatijajar.

Dadang mencontohkan, bus antar provinsi rute Bogor-Wonogiri yang sudah ada harus dirubah menjadi Depok-Wonogiri.

“Tidak ada lagi bus di Raya Bogor pada Januari beroperasi di agen,”katanya.

BalasTeruskan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here