Terkait Rencana Penggusuran Pasar Kemirimuka, Wakil Walikota Depok Siap Pasang Badan

Posted on

DepokNews — Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna Siap pasang badan dan mengadang pasukan terkait adanya rencana penggusuran Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji Kota Depok dalam waktu dekat ini.

Pradi mengatakan Pemkot Depok sudah meminta penundaan kegiatan rencana penggusuran yang akan dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Kota Depok.

Dimana penggusuran jangan dilakukan sebelum bulan Puasa atau menjelang hari raya lebaran akan tetapi Pemkot Depok meminta agar penggusuran dilakukan sesudah hari raya Lebaran.

“Kan kasian mereka kalau digusur jelang bulan Ramadan atau lebaran sementara para pedagang harus menafkahi anak anak dan saudara saudaranya di kampung,”katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji pada Selasa (16/5).

Pemkot juga belum mengetahui akan ditempatkan atau direlokasi dimana para pedagang Pasar Kemirimuka karena masih dirapatkan dengan Walikota Depok Mohammad Idris

Dia juga menyayangkan sikap manajemen PT Petamburan Jaya Raya yang sulit ditemui untuk membahas masalah ini.

“Ini kan kasus lama saat waktu di jaman Pemkab Bogor akan tetapi kami akan berupaya memperjuangkan masalah ini kedepannya,”katanya

Jika memang Pengadilan Negeri Kota Depok memaksakan penggusuran dilakukan sebelum puasa atau lebaran maka dirinya bersama pedagang lainnya akan mengadang barikade petugas gabungan.

“Kami siap pasang badan jika memang dilakukan penggusuran Pasar Kemirimuka sebelum

Hal ini dilakukan bukan karena melawan hukum akan tetapi bagaimana agar ada kelonggaran waktu untuk menggusur Pasar Kemirimuka.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Komisariat Pasar Kemirimuka Karno Sumardo kepada wartawan mengatakan saat ini para pedagang Pasar Kemirimuka dalam kondisi siaga satu.

“Kami bersama pedagang lainnya saat ini siaga satu dalam upaya membendung rencana eksekusi yang akan dilakukan Pengadilan Negeri,”katanya.

Dia juga sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kota Depok yang tidak pernah mengajak atau berkomunikasi dengan pedagang terkait kasus ini.

“Seharusnya kalau memang ada eksekusi seharusnya ada perwakilan Pemkot Depok datang kepada kami untuk menjelaskan perihal tersebut namun belum ada kejelasan kepada kami,”katanya.

Dia mengatakan saat ini para pedagang akan terancam kehilangan pekerjaannya dan akan menjadi penggangguran dampak dari rencana eksekusi kios atau los yang ada di Pasar Kemirimuka.

Bahkan dikabarkan ada sekitar 1000 petugas gabungan yang akan diterjunkan dalam kegiatan eksekusi Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji

Di lokasi sama Pedagang lainnya Widodo menambahkan jika memang dilakukan penggusuran dilakukan dengan memaksakan diri maka jangan salahkan para pedagang akan melawannya.

“Kenapa mau lebaran seperti ini kios kami mau digusur wong surat pemberitahuan aja kepada kami belum ada, udah mau main gusur aja kita siap lawan,”katanya.

Kalau memang digusur kedepannya pasar ini mau dijadikan apa. para pedagang tidak tahu karena Pemkot Depok tidak mau menjelaskan kepada para pedagang Pasar Kemirimuka.

“Digusur dibaguskan jadi pasar kami setuju, akan tetapi di gusur jadikan apartemen kami dan pedagang lainnya menolaknya dengan keras,”katanya.

Ditambah masalah lainnya mau direlokasi kemana pasar Kemirimuka semuanya belum jelas karena bungkamnya birokrat Pemkot Depok.

Sementara itu satuan Kepala Satuan Tugas APPSI Pasar Kemirimuka Ncup Supriyatna menambahkan pedagang dari Pasar Dewi Sartika atau Pasar Lama sebelumnya dipindahkan secara paksa oleh Pemkot Depok ke pasar Kemirimuka.

Sekarang sudah di Pasar Kemirimuka para pedagang mau kembali digusur hal ini menandakan Pemkot Depok tidak peduli akan keberadaan Pasar Tradisional.

“Pokoknya kami siap mempertahankan, kami akan melawan dan pedagang pasar tradisional se Kota Depok  akan siap menghadapi segala kemungkinan hal yang terjadi kedepannya,”katanya.