— Pengamat terorisme dan intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib menyebutkan bahwa ada tiga hal kenapa Depok menjadi daerah yang disukai oleh para terduga teroris.

Yang pertama Depok menjadi tempat yang sangat mudah untuk tinggal. Sebab tidak butuh persyaratan atau dokumen yang lengkap.

” Karakteristik terorisme itu mencari tempat perlindungan atau pemukiman yang tidak membutuhkan persyaratan identitas yang ketat. saya pikir tidak hanya Depok, Bekasi pun sama dan disana juga sering terjadi penangkapan,”ujarnya saat dikonfirmasi. Jumat (16/11/2019).

Yang kedua karakteristik masyarakat Depok yang individualistik yang tidak lagi peduli dengan keadaan sekitar.

” Masyarakat Depok punya aktifitas masing-masing. Jadi tidak ingin tahu dan peduli dengan satu sama lain dan akhirnya tidak ada pengawasan atau pengecekan setiap orang masuk,”ungkapnya.

Alasan yang ketiga yaitu Kota Depok dekat dengan Jakarta atau kekuasaan yang menjadi target teroris .

“Karena mereka targetnya kekuasaan maka Depok itu menjadi tempat yang bagus bagi mereka. Apalagi para pelaku teroris itu mereka suka bergerak dalam keadaan lengah seperti di Polres Medan kemarin,” ujarnya.

Menurutnya Pemerintah Kota Depok harus segera mengumpulkan semua komponen sampai tingkat RW/RT agar diberikan pemahaman tentang pengawasan lingkungan.

“Jadi pengawasan itu tidak hanya pemerintah ,tapi lebih kesadaran warga yang perlu ditingkatkan. Makanya harus diberikan pemahaman dan kewaspadaan supaya setiap pendatang baru, Warga mau korscek. Artinya lebih ke pengawasan dan kepekaan masyarakat ,”tuturnya.