Zamzam Syifa Boarding School berhasil menyabet Juara II dalam ajang bergengsi National Young Inventors Award (NYIA) ke-12 tahun 2019 yang diselenggarakan oleh LIPI

DepokNews–Zamzam Syifa Boarding School (ZSBS), adalah salah satu sekolah Islam berasrama yang terkemuka dan sering dianggap sebagai salah satu sekolah tingkat SMP dan SMA dengan sarana sekaligus prasarana paling modern.

Didirikan pada 2017, Zamzam Syifa Boarding School bertujuan membentuk pemimpin dan pengusaha yang religius sekaligus berwawasan global. Sejumlah program unggulan pun disiapkan demi mencapai target itu.

Kepala Zamzam Syifa Boarding School Suryono menyebutkan, ada beberapa program unggulan yang diterapkan kepada seluruh siswa, di antaranya Entrepreneur Student Coaching.

“Kita mendatangkan pengusaha muda dan sukses untuk mendampingi para siswa Zamzam Syifa. Harapannya mereka nanti bisa punya penghasilan sendiri,” ujarnya. Program selanjutnya adalah Startup Bootcamp. Jadi, siswa diharuskan mempunyai proyek penelitian yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat sehingga berhak dipatenkan. Ada pula program Camp Leadership, Quantum Qur’an Camp, Overseas Home Stay, dan lainnya.

“Setiap tahun para siswa memperdalam keilmuan langsung di luar negeri. Misal di level kelas 7 dan kelas 10, mereka ke negara di Asia Tenggara untuk mendalami bahasa juga materi lainnya,” kata Suryono.

Untuk siswa kelas 11 dan 12 pergi ke negara di kawasan Eropa atau Timur Tengah. Di Timur Tengah, mereka mempelajari sanad bacaan Alquran, budaya, serta Sirah Nabawiyah di negeri-negeri para Nabi. “Mereka (siswa) sudah menabung dan menyiapkan biaya untuk ikut program stay di luar negeri setiap tahun. Kita juga buat rencananya ke negara yang cukup terjangkau,” ujar Suryono.

Sebagai lembaga pendidikan Islam berstandar internasional, lanjutnya, Zamzam Syifa mengimplementasikan empat kurikulum. Pertama, Kurikulum keislaman yang mengacu pada As Syifa Boarding School Subang. Kedua, Kurikulum Nasional 2013 dan Kurikulum Internasional Cambridge. Ketiga, Kurikulum Kepemimpinan serta keempat Kurikulum Kewirausahaan.

“Dengan memasukkan Kurikulum Kewirausahaan, kami berharap para siswa bisa dirikan startup atau usaha. Bahkan, mimpi kita, mereka bisa mendirikannya saat masih sekolah,” kata dia.

Berbeda dari pesantren atau sekolah boarding biasanya, asrama dan segala kegiatan belajar mengajar Zamzam Syifa dilakukan di gedung vertical berjumlah 33 lantai, yakni di kawasan Zamzam Syifa Building. “Selama 24 jam mereka tinggal di gedung vertikal ini, gedung ini sudah dirancang untuk bangunan sekolah. Jadi, semua fasilitas standar pendidikan pun telah tersedia di dalamnya,” ujar Suryono menjelaskan.

Setiap tahun ajaran baru, Zamzam Syifa Boarding School menerima pendaftaran murid baru, baik untuk tingkat SMP maupun untuk jenjang SMA. “Tahun ini kami menyiapkan kuota sebanyak 160. Sebanyak 80 untuk siswa baru SMP dan 80 lagi untuk siswa baru SMA. Kami berharap ke depannya bisa memiliki siswa hingga 2.000, sebab kapasitas (gedung) kami juga mencapai 2.000,” tuturnya.

Meski terbilang sekolah baru, Zamzam Syifa  Boarding School berhasil menyabet Juara II dalam ajang bergengsi National Young Inventors Award (NYIA) ke-12 tahun 2019 yang diselenggarakan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) tanggal 23-26 Oktober 2019 di ICE BSD Tangerang. Dengan membawakan penelitian berjudul “Autics: Autocharging Thermoelectric Solar Sebagai Inovasi Charger Handphone Dual Sumber dengan Memanfaatkan Panas Buang Kendaraan Bermotor”, Adlina Khairina Hisanah dan Jasmine Shafa Kurnia berhasil membawa piala, uang tunai Rp8.500.000,00 dari BRI Britama, dan jam tangan mewah dari perusahaan decacorn Indonesia.

Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat pengisi daya handphone dual sumber berbasir solar cell dan termoelektrik yang memanfaatkan energi matahari serta panas buang kendaraan bermotor. Pasalnya, penelitian ini telah dipamerkan selama tiga hari dalam acara Indonesia Science Expo 2019 dan berhasil mengalahkan 40 finalis lainnya dari seluruh sekolah SMA/SMK/sederajat di Indonesia. Ajang ini memang diperuntukkan bagi remaja Indonesia untuk melakukan inovasi dan invensi di bidang teknologi. Oleh karena itu, LIPI pun memberikan dukungan penuh bagi pemenang I, II, dan III dalam melakukan riset lanjutan. Dukungan yang diberikan berupa rekomendasi untuk melakukan pameran di kompetisi serupa tingkat internasional di Rusia tahun depan.

Pada tahun pertama yakni 2018, siswa-siswi Zamzam Syifa Boarding School juga menuai berbagai prestasi wilayah hingga nasional. Prestasi-prestasi tersebut diantaranya, Nasya Amira Nasution yang meraih Juara 2 Spelling Bee se-Indonesia penyelenggara UNJ, Jundi Kariman Husni menyabet Juara 2 MHQ se-Jabodetabek yang diselenggarakan oleh SMAN 5 Depok, serta Afuwwan Aqila Zein Putra, Finalis 5 Besar Speech Competition se-Jawa Barat dengan penyelenggara Thariq Festival.

Sementara prestasi lain di 2019 yakni, Sabina Najwa Gahara,  Fadhilah Anandita Putri,  Fathiya Putri Zahra, Finalis 5 Besar “Kuis Pelita Bahasa Indonesia,” Penyelenggara Badan Balai Bahasa Kemendikbud, kali kedua bagi Jundi Kariman Husni dalam menuai Juara 3 MHQ tingkat SMA/sederajat dalam rangka “Road to Sakhusa Depok 2019,” Penyelenggara SMAN 5 Depok.

Meski sudah menerima banyak siswa dan beberapa prestasi  Zamzam Syifa Boarding School baru diresmikan pada Sabtu, (16/11/2019). Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna.

Dalam sambutannya Wakil Walikota memberikan apresiasi dan dukungan kepada Zamzam Syifa Boarding School sebagai salah satu lembaga pendidikan untuk bisa mencetak generasi yang cerdas, berkepribadian dan punya daya saing secara global.

“Kami merasa bangga dan bersyukur ada lembaga pendidikan swasta atau non pemerintah dengan fasilitas yang memadai, karena dengan sarana pendidikan yang lengkap serta SDM yang unggul akan melahirkan lulusan yang punya daya saing bertaraf internasional,” kata Pradi Supriatna.