Oleh: Fiiki Ridho Rabbina

Depoknews- Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok semakin mendekati tanggal mainnya. Menanggapi hal tersebut berbagai kalangan mulai menentukan calon walikota pilihan mereka, tak terkecuali kalangan milenial.

Generasi yang lahir pada pergantian abad ini memiliki sudut pandang berbeda dibanding pemilih dalam kelompok usia yang lebih senior. Gustiara (21), seorang mahasiswa yang berdomisili di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, misalnya, ia mengharapkan calon pemimpin yang bisa memberi bukti, bukan hanya janji-janji.

“Saya tidak ingin ada pemimpin yang hanya manis saat ingin terbang tinggi, tapi saat sudah di atas malah lupa sama yang di bawah,” tuturnya saat dihubungi Depoknews, Senin (12/10/2020).

Terkait Pasangan Calon (Paslon) nomor urut dua, yakni Idris-Imam, Gustiara mengungkapkan bahwa Paslon ini memiliki sifat religius dan berpengalaman.

“Idris berpengalaman dua periode. Satu periode sebagai wakil walikota periode 2011-2016, satu lagi sebagai walikota periode 2016-2021” jelasnya.

Selanjutnya ia juga memaparkan prestasi calon wakil walikota Depok Imam yang berpengalaman 3 periode di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok dan 2 periode di DPRD Kota Jawa Barat.

Selain itu, Gustiara juga mengatakan bahwa keberpihakan Idris-Imam kepada kaum milenial sangat dirasakan. Selain itu, ia juga mengapresiasi Paslon nomor urut dua tersebut akan kepeduliannya terhadap pegiat literasi.