DepokNews- Di bulan Juli 2019, PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) dengan dimotori oleh PLN Assessment Centre melaksanakan pengukuran hygiene factor, hal ini dilaksanakan untuk mengupayakan zero accident di lingkungan Perusahaan dapat terus terwujud.

Aspek aspek yang diukur meliputi Policy & Administration/ Procedure, Supervision, Interpersonal Relation, working Condition, Salary dan Security.

Pejabat K3L, Siswantono menyampaikan tentang kecelakaan kerja yang ada di PLN, disebabkan oleh ketidakpedulian vendor terhadap pemakaian APD dalam bekerja di lingkungan PLN.

“Keselamatan kerja adalah kepentingan kita semua, seperti kata Direktur Human Capital Management (HCM), tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia, tanpa K3, stop bekerja, dan jika ditemukan vendor tidak memakai APD, maka akan diberikan SWA,” jelasnya.

Dengan menggunakan metode pengukuran melalui kuesioner, responden di P2B yang berjumlah total 75 vendor se jawa bali, menyampaikan kondisi aktual dan harapan yang diharapkan dapat dicapai kedepan. Apakah pelayanan yg diberikan pln sudah cukup memuaskan, penilaian saat ini dan harapan di kemudian hari.

“Dari kegiatan ini, diharapkan PLN dapat terus membangun kerjasama yang baik dengan mitra kerjanya,” tutup Siswantono.(mia)