DepokNews– Sebagai upaya menekan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok yang biasa terjadi pada bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar Pasar Murah di 11 kelurahan dan di lokasi P2WKSS. Pagi tadi, Wali Kota Depok Mohammad Idris dengan didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kania Parwanti serta Camat dan Lurah setempat, menyambangi Pasar Murah di Kantor Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Senin (28/05/2018).

Adapun Pasar Murah di Kelurahan Curug ini ialah lokasi terakhir diselenggarakannya Pasar Murah setelah sebelumnya diselenggarakan di 10 kelurahan lainnya yakni, Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere; Kelurahan Limo Kecamatan Limo; Kelurahan Duren Seribu Kecamatan Bojongsari, Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan; Kelurahan Cipayung Jaya Kecamatan Cipayung; Kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya, Kelurahan Kalimulya Kecamatan Cilodong; Kelurahan Beji Kecamatan Beji; Kelurahan Rangkapan Jaya Kecamatan Pancoran Mas; Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos dan lokasi P2WKSS di RW 5 Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung.

Dalam laporannya Kepala Disdagin Kota Depok Kania Parwanti menginformasikan isi paket sembako yang dibagikan berisi 5 kg beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 kaleng susu kental manis 375 gram dan 1 box teh celup isi 25 kantong. “Sebanyak 150 paket sembako kami sediakan untuk tiap kelurahan dengan sasaran warga yang kurang mampu. Harga normal tiap paketnya Rp. 100.000,- dan kami beri subsidi sehingga harga per-paketnya menjadi Rp. 60.000,-,” kata Kania.

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa kegiatan Pasar Murah ini sebagai upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi. “Pasar Murah ini dalam rangka mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga. Inflasi bisa terjadi akibat penimbunan, produksi barang yang kurang dan lain-lain, itulah yang kita kontrol,” ujarnya.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk tidak berperilaku konsumtif. “Belanjalah secukupnya, jangan berlebihan, karena belanja yang berlebihan menyebabkan kenaikan harga dan terjadi inflasi,” imbau Wali Kota.