DepokNews — Meskipun sudah ada korban tewas dari kalangan pelajar namun aksi tawuran antar kelompok siswa kembali pecah pada Rabu (14/12) sore.

Aksi tawuran antara kelompok siswa yang diduga dari dua  SMP  yang berbeda sekolah  ini terjadi di sekitar kawasan Lembah Gurame Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Bahkan tawuran dua kelompok siswa itu menyebabkan satu unit angkot trayek D-01Depok dalam Terminal rusak dibagian kanannya.

Salah satu warga Irwan mengatakan saat itu dirinya bersama istrinya melintas di sekitar taman Lembah Gurame dekat SDN Depok Jaya 3.

“Saat kita melintas boncengan bersama istri ada dua kelompok siswa saling serang bahkan ada yang terlihat membawa senjata tajam, sampai istri kami ketakutan”katanya.

Melihat adanya para pelajar dia lalu mencari lokasi yang aman dan bersama warga berusaha membubarkan aksi tawuran siswa.

Dengan rasa kesal warga membubarkan dua kelompok pelajar dan berhasil menangkap dua pelajar serta dua senjata tajam berupa clurit.

“Dua siswa dengan senjata tajam diamankan saking kesalnya ada warga yang memukuli siswa, namun kita lerai mereka”katanya.

Setelah diamanankan dua siswa itu lalu dibawa ke salah satu pos keamanan dan kemudian dibawa ke Kantor Mapolsek Pancoran Mas.

Kanit Binmas Polsek Pancoran Mas AKP Padmi yang datang ke lokasi kejadian mengatakan dua siswa yang diamankan atas nama GRB (14) siswa SMP Panmas.

Dan siswa lainnya berinisial MR yang diduga membawa senjata tajam berupa clurit dan pelaku bukan siswa melainkan putus sekolah dimana pendidikan terakhir hanya Sekolah Dasar.

Padmi menjelaskan aksi tawuan itu terjadi ketika siswa SMP Pancoran Mas  melintas  sekitar taman Lembah Gurame   tiba dihadang oleh segerombolan siswa gabungan diduga dari SMP Pelita satu dan Pelita dua mengadang dengan senjata tajam celurit, bambu dan terjadi saling serang.

“Kedua siswa kita sudah bawa ke Mapolsek Panmas untuk dimintai keterangan oleh penyidik bersama barang bukti berupa senjata tajam clurit”katanya.

Padmi menambahkan kawasan Lembah Gurame dinilai rawan dijadikan lokasi aksi tawuran dan kedepannya pihaknya akan menggandeng warga seperti pengurus RT, RW untuk menjaga Lembah Gurame dari aksi tawuran pelajar.

Diberitakan sebelumnya seorang siswa kelas 7 Alan Nugraha Sopian Lubis salah satu Mts di Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit di Cibinong, Kabupaten Bogor pada Minggu (10/12).

Sebelumnya Alan mendapatkan rawat inap selama dua hari karena dibacok oleh kelompok pelajar lainnya dengan menggunakan senjata tajam.

Alan tewas karena diduga dikeroyok oleh sekelompok pelajar SMP lainnya di sekitar Jembatan Serong Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung pada Jumat (8/12) sore lalu.