DepokNews – Berlokasi di ruang online masing-masing, webinar Tata Laksana Qurban Secara Syar’i di Masa Pandemi dan  Penanganan Daging secara ASUH (Aman Sehat Utuh Halal) mendapatkan respons yang baik dari para peserta. Meski berlangsung di hari Ahad, sebagai waktu untuk istirahat atau bercengkerama dengan keluarga, para peserta dari berbagai penjuru Nusantara seperti dari Sumatera Barat, Sintang, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, berbagai daerah di pulau Jawa, Kutai, Luwu, hingga Nabire di Papua, masih menyempatkan waktu untuk hadir dan menimba ilmu.

Yayasan Srigading Indonesia bersama Komunitas Dakwah Sembelih Halal (DSH) dan Yayasan Khadimul Ummah Madani (KUM) bersinergi dalam mewujudkan webinar ini. Webinar dalam rangka menyambut Idul Adha 1442 H  berjalan dengan lancar dan sukses. Meskipun webinar bertema sembelih halal,  ternyata tidak semua peserta adalah kaum bapak dan hanya menjadi urusan kaum bapak, tetapi kaum ibu pun dapat melakukan sembelih dan berperan serta di dalamnya.

“Terima kasih atas atensi dan perhatian untuk kegiatan ini. Semoga memberikan manfaat kepada Bapak Ibu dalam menyambut hari Raya Kurban.  Tujuan kegiatan ini, yang pertama kami ingin memberikan edukasi terkait pelaksanaan kurban yang meliputi pemeriksaan hewan kurban baik sebelum ataupun sesudah disembelih,  bagaimana tatalaksana sembelih halal, mengenal bilah dan peralatan sembelih lainnya, dan kita dapat mengetahui tentang penanganan daging kurban,” demikian disampaikan Novita Andriani selaku Ketua Yayasan Srigading Indonesia.

Tidak ketinggalan, Ahmad Badruddin, ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Depok dalam kata sambutannya  mendukung acara yang sangat bermanfaat ini karena  memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sembelih halal yang sesuai syar’iat, sehat dan halal.

“Ibadah kurban juga penting untuk kita dalam rangka menyembelih sifat kikir. Manusia makhluk yang punya sifat pembawaan asal kikir dan pelit.  Orang yang sukses, sepanjang tidak berkurban maka bukanlah orang sukses dalam pandangan Allah.  Orang  sukses itu manakala kita berhasil menyembelih sifat pelit, pengecut, dan penakut,” jelas  Badruddin.

Webinar yang dimoderatori Jevi Arlan,  Trainer Dakwah dan Paktisi Sembelih Halal,  dengan menghadirkan dua narasumber yang cukup kompeten di bidangnya, menambah paparan dan sesi diskusi webinar, berjalan cukup dinamis dan interaktif. Selain banyaknya pertanyaan yang masuk dari peserta, acara semakin menarik karena bertaburan doorprize perlengkapan sembelih yang menarik minat peserta.

Pada kesempatan ini, narasumber Brazkie Adamas memaparkan mengenai Syariat Praktis Penyembelihan Hewan Kurban. Beberapa hal yang dipaparkan cukup mendalam, dimulai dari definisi sembelih halal, hukum kurban, kriteria praktisi sembelih halal, syarat praktisi sembelih halal, standarisasi juru sembelih halal Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), syarat hewan kurban, rukun menyembelih, sunah-sunah menyembelih, penyembelihan hewan dengan rumus 5-3-1, sembelih dengan metode tarik atau dorong, dan larangan-larangn dalam sembelihan.

Sementara itu Puji Hartini menyampaikan paparan terkait Pemeriksaan Hewan dan Penanganan Daging Kurban.  Khususnya pada masa pandemi ini, tata kelola hewan kurban mengacu pada  Surat Edaran dari Kementerian Pertanian tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Masa Pandemi Covid-19 dan Surat Ederan dari Kementerian Agama tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M.

Pada dasarnya pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan di RPH-R (Rumah Pemotongan Hewan-Ruminansia.  Jika pemotongan dilakukan di luar RPH-R maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti physical distancing (jaga jarak fisik), penerapan protokol kesehatan, penerapan higiene personal yang ketat,  dan juga harus memperhatikan denah pelaksanaan pemotongan hewan kurban mulai dari penerimaan hewan kurban hingga pendistribusian.

Puji menyampaikan beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat seperti cara memilih hewan kurban dan mengetahui umur kambing/domba dan sapi, serta tips memilih hewan kurban dan penanganan daging kurban.  Tidak kalah penting adalah ante mortum, yaitu pemeriksaan hewan sebelum pemotonagn dan post mortum, yaitu pemeriksaan hewan setelah disembelih.

Diharapkan webinar ini memberikan manfaat dan bekal yang memadai bagi para peserta dalam melakukan penyembelihan hewan kurban. Selain penyembelihan harus sesuai dengan kaidah syari’at agama Islam, penyembelihan hewan dengan memperhatikan pemeriksaan sebelum dan setelah sembelih (ante dan post mortum) menghadirkan daging kurban yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH).

 (HAR, Foto HAR)