DepokNews–Depok (23-08) – Nur Azizah Tamhid Anggota Komisi Vlll Fraksi PKS DPR RI Dapil Jabar Vl (Depok – Bekasi) ingatkan pemerintah terkait pentingnya tujuan utama pendidikan nasional.

Sejak Sabtu, 08-08-2020 M/ 18 Dzulhijjah 1442 H Kediaman Nur Azizah Tamhid di kawasan Cimanggis, Depok diliputi suasana ceria dengan lahirnya cucu ketiga, Fawwaaz Zaahid Isma’il. “Syukur alhamdulilaaah prosesnya sangat lancar, setelah shalat Ashar ayah dan ibunya (Ahmad Syihan Isma’il dan Elisa Noor) berangkat dari rumah menuju RS Bunda Alia Depok, tidak sampai dua jam, sekitar pukul 17:45 cucu ketiga saya lahir dalam keadaan sehat melalui proses kelahiran normal. Karena kondisi ibunya juga sehat, belum sampai 24 jam di RS Bunda Alia, ibu dan anaknya sudah diizinkan pulang ke rumah”, ungkap Nur Azizah dengan perasaan bersyukur.

Memperhatikan suasana Pandemi Covid, sebagai salah satu anggota TIMWAS DPR RI thd Pelaksanaan Penanganan Bencana Pandemi Covid, seremoni Aqiqah cucu ketiga hanya dilaksanakan secara sederhana mengundang keluarga terbatas saja, pada hari Ahad, 23 Agustus 2020 M/4 Muharram 1442 H, sementara menu hidangan Aqiqah dibagikan kepada tetangga sekitar kediaman dan teman-teman Ahmad Syihan Isma’il.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Syihan Isma’il (Sekretaris DPRa PKS, Tugu, Cimanggis Depok) mengundang Ustadz Hermawan yang merupakan Guru Ahmad Syihan beserta kedua adiknya (dr. Faathimah Mahmudi Isma’il dan Abiir Mahmudi Isma’il, S.Psi) saat mereka bertiga sekolah di Nurul Fikri, Cimanggis, Depok. Saat ini Ustadz Hermawan menjabat sebagai Konsultan Pendidikan Yayasan Buah Hati dan Pengurus Bidang Kaderisasi DPP PKS. Ustadz Hermawan menyampaikan kepada para undangan untuk bersyukur, mendoakan, menjaga kesehatan dan mendidik Fawwaaz yang baru lahir, agar menjadi anak yg shaleh bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.

Melengkapi Tausiah ustadz Hermawan, Nur Azizah mengingatkan kepada para hadirin, tentang penting kualitas Pendidikan Nasional. “Tujuan utama pendidikan nasional adalah mencerdaskan anak yang berakhlaq mulia berbasis religi agar beriman serta bertaqwa untuk kemaslahatan bangsa dan negara” ungkap Nur Azizah.

“Komisi Vlll tidak membidangi pendidikan namun menurut saya KEMENDIKBUD perlu diawasi secara ketat terkait kurikulum yang erat kaitannya dengan KEMENAG (mitra Komisi Vlll), seperti munculnya isu keinginan kelompok tertentu menjadikan pendidikan agama hanya dimasukkan sebagai extra kurikuler. Hal ini sudah pernah saya suarakan saat RDP dengan kemenag agar pendidikan agama harus tetap menjadi salah satu kurikulum utama dalam membentuk karakter bangsa dan bela negara” ujar Nur Azizah

Lebih lanjut Nur Azizah juga ingatkan tentang pentingnya pendidikan politik pada umat Islam. Seorang Muslim tidak cukup hanya menjadi orang soleh (baik secara pribadi) saja namun harus muslih (mengajak orang lain menjadi soleh). Berdasarkan pengalaman selama ini di Komisi Vlll DPR RI mayoritas anggotanya soleh solihah dan secara personal bagus. Namun jika diajak untuk memperjuangkan kebaikan baik dibidang legislasi, penganggaran dan pengawasan yang benar untuk kepentingan masyarakat banyak, meskipun secara personal setuju namun yang bersangkutan harus mengikuti kebijakan partainya. Makanya selama ini setiap reses atau kegiatan ke dapil saya sering ingatkan agar masyarakat mendukung Partai yang suka memperjuangkan kebenaran dan kepentingan masyarakat banyak”, ungkap Nur Azizah.

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan: bahwa fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkan di dalam pasal 3 yang mengatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan nasional di atas harus diupayakan dapat dicapai oleh semua penyelenggara pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan yang bersifat formal. Untuk mencapainya membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan analisis tujuan yang lebih spesifik dari setiap jenjang pendidikan disesuaikan dengan taraf kemampuan dan kebutuhan peserta didik.

Tujuan pendidikan dasar adalah memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupanya sebagai pribadi, anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.

Tujuan pendidikan dasar di atas memberikan makna bahwa tujuan pendidikan dasar merupakan pondasi, dasar atau batu loncatan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi, pungkas Nur Azizah yg diakhiri dengan seremoni pengguntingan Rambut Fawwaaz yg diawali oleh Ustadz Hermawan, Nur Mahmudi Isma’il (kakek Fawwaaz), Nur Azizah Tamhid (nenek Fawwaaz), Ahmad Syihan Isma’il (ayah) dan dr. Elisa Noor (ibu) dilanjutkan dengan Foto bersama anggota keluarga.