Demo persikad di Balkot Depok (Istimewa)

Supporter Gruduk Pemkot Depok Minta Bentuk Persikad Baru

Posted on 1,187 views

DepokNews- Ratusan supporter klub sepakbola Persikad menggeruduk kantor Balaikota Depok. Mereka menuntut agar Pemerintah Kota Depok segera membentuk Persikad baru, mengingat sebelumnya Persikad dibeli oleh Bogor.

Salah satu supporter Persikad Yogi Kurniawan mengatakan jika kedatangannya dan supporter lain adalah meminta Pemkot Depok  membentuk Persikad baru.
“Sebeumnya telah dijual oleh beberapa oknum. Meski Persikad di liga empat atau nusantara, kami tetap mendukung. Kalau bisa Persikad baru dibuat secepatnya mengingat liga nusantara akan dimulai,” katanya Kamis (8/2/2018).
Ia menjelaskan jika kondisi Persikad sudah dibeli swasta. Menurutnya karena pemerintah tidak aada respon sehingga berpindah ke Bogor.
“Namanya sekarang jadi Bogor FC. Dengan kondisi seperti ini, kami minta agar dibentuk Persikad baru dari liga empat atau liga nusantara. Kami ingin selamatkan Persikad,” jelasnya.
Dirinya menambahkan hingga saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Depok sedang mencoba mendiskusikan dengan Walikota Depok.
“April harus daftar ke PSSI karena bulan Juli, liga nusantara sudah dimulai. Terkait anggaran jika masih liga nusantara boleh dibantu Pemerintah Kota melalui Dispora dan Koni. Jika kita sinergikan dengan pemerintah dan CSR, maka masalah biaya bisa teratasi,” ujar Yogi.
Dia pun berharap keberadaan Stadion Merpati jangan sampai nasibnya sama seperti Stadion Mahakam.
“Kalau bisa pemerintah mencari kontraktor yang professional sehingga pembangunannya benar dan tepat,” tutupnya.
Sementara itu Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan saat ini Persikad Depok bukan kewajiban Pemerintah.
“Tidak ada kewajiban pemerintah mengurus Persikad, karena sudah berubah menjadi PT. Tidak ada ikut campur pemerintah,” ucapnya.
Ia menjelaskan hal tersebut diperkuat dari Surat edaran Kemendagri yang melarang Kepala daerah terlibat dalam kepengurusan klub professional.
“Sampai ada edaran dari Kementrian Dalam Negeri bahwa pemerintah, dalam hal ini kepala daerah tidak boleh terlibat dalam hal kepengurusan apalagi di klub professional,” terang Idris.
Dirinya menambahkan Persikad sebelumnya sempat diselamatkan dengan dilakukan mediasi ke beberapa perusahaan.
“Sempat kita mediasi ke beberapa perusahaan tapi ada miss.
Jika dipertahankan oleh Kota Depok tidak bisa, kecuali ada pengusaha yang membiayai tapi persoalan di Persikad dibenahi dulu,” tandasnya.(mia)