DepokNews – Lantaran sering ikut pameran, Ummu Masmuah akhirnya sukses menjalankan bisnis membuat alat permainan edukatif dibawah bendera PT Haula Sejahtera. Namun ia sempat mengalami tantangan yang cukup berat.

Meskipun baru pulang dari Turki, melakukan penjajakan bisnis mainan anak-anak di negara tersebut, Ummu Masmuah yang hari itu sedang menjalani puasa, tetap kelihatan segar.

Bersama suaminya Sholahudin Fuadi, mereka baru saja berkeliling Jakarta sehari penuh mengontrol bisnisnya. Tiba di rumah makan Soto Kebo di Kawasan Cilodong, Depok, tepat berkumandang azan Magrib.

Ketika tiba, pasangan pemilik perusahaan PT Haula Sejahtera yang memproduksi alat permainan edukatif, tidak langsung makan nasi. Namun hanya minum beberapa teguk teh manis hangat, lalu menjalankan salat Magrib.

Mengenakan gamis warna biru tua dengan motif bunga-bunga, dipadu hijab warna biru muda Ummu membuka pembicaraan tentang bisnis alat permainan edukatif Haula Toys.

“Saya bisnis alat permainan anak-anak karena ingin membuatkan mainan yang bisa mencerdaskan anak-anak saya, mainan yang bersifat mendidik,”ujar Ummu Masmuah ketika dijumpai di Depok, Jumat (23/4).

Ummu ingin melatih saraf motorik anaknya lewat alat permainan. Karena anak-anak itu belajar dengan cara bermain

Bisnis membuat mainan anak-anak, ia lakukan disela-sela kesibukannya mengurus 7 anak. Ia membuat mainan jika akan ada pameran atau ada pembeli yang memesannya.

Bisnisnya dilakukan secara sederhana. Tidak ada promosi lewat WA atau media sosial. Namun Ummu rajin mengikuti berbagai pameran.

Di tahun 1997 Ummu belum mempunyai toko atau gudang, apalagi karyawan. Produksinya dilakukan di rumah. Ummu merangkap perancang mainan, manager keuangan dan manager promosi.

“Jumlah produksi saya pun saat itu masih sedikit. Hanya ada empat jenis mainan, yaitu untuk belajar membaca, belajar berhitung, belajar bentuk dan belajar huruf hijaiyah ,”ungkap wanita kelahiran Jakarta, 27 Desember 1970

Aktif ikut dari pameran ke pameran, membuat produksi Ummu semakin dikenal orang banyak. Apalagi ia selalu menunggui stand tokonya. Ia rajin memperkenalkan alat permainan edukatifnya kepada setiap pengunjung. Sehingga setiap tahun pun jumlah pesanan alat permainan edukatif semakin bertambah.

Ditahun pertama, Ummu bersama Fuadi berjualan secara kaki lima di kawasan Gelora Bung Karno pada hari Sabtu dan Minggu.

Ditahun kelima, seiring bertambahnya jumlah pembeli, Ummu mulai merekrut karyawan. Ia mulai menata bisnisnya secara profesional, terlebih ketika ada seorang investor yang berminat menanamkan modalnya di PT. Haula Sejahtera.

Berkat kegigihan dan keuletan Ummu, kini Haula Toys telah besar. Ummu mempunyai toko dan gudang, serta 80 karyawan. Di setiap provinsi ia mempunyai cabang. Omsetnya pun setiap tahun kini mencapai milyaran rupiah.

Setelah 23 tahun membidani bisnis alat permainan edukatif Haula Toys, kini perusahaannya dipegang oleh para profesional. Ummu dan Fuadi hanya bertindak sebagai pemikir.

Dalam sejarah perjalanan bisnisnya tentu saja tantangan datang silih berganti pernah dialaminya. Ummu beberapa kali menjadi korban penipuan. Modusnya, seseorang pesan mainan hingga milyaran rupiah, tapi ia meminta sejumlah uang. Ummu pernah tertipu hingga ratusan juta rupiah.

“Waspada jika ada pembeli baru yang pesan barang hingga milyaran, lalu meminta sejumlah uang, seringkali menipu,”ujar wanita berkacamata itu.

Setiap kali mendapat musibah, Ummu menyerahkannya pada keputusan Allah. Biasanya, setelah mendapat musibah, tiba-tiba ada pemasukan yang jumlahnya melebihi uang yang telah ia keluarkan.

“Saya pasrah kepada Allah. Alhamdulillah, seperti siklus, setiap kali habis dapat musibah puluhan juta rupiah, ada saja pemasukan yang jumlahnya lebih besar,”ujar Ummu bersyukur.

Tantangan yang dihadapi Ummu bukan hanya yang bersifat fisik. Tapi juga yang bersifat tidak masuk akal. Pernah rumahnya dipenuhi lalat, hingga ke kamar tidurnya. Tapi Ummu yakin, Allah pasti akan melindunginya dari kejahatan non fisik. Sehingga ia tidak mempedulikan gangguan itu.

“Waktu itu lalatnya saya semprot pakai racun serangga,”ungkap wanita yang berijazah sarjana sastra Jepang dan Strata 2 Pendidikan Usia Dini.

Kini bisnis pasangan Ummu dan Fuadi itu semakin besar. Jenis alat permainan edukatif yang dijualnya pun telah mencapai ribuan jenis. Antara lain Permainan Pelangi Kata, Wire Game yang berfungsi untuk melatih saraf motorik halus anak, Buah Potong Anak, Kereta Balok, dan lain-lain. Mereka juga sedang menjajaki kerja sama bisnis dengan luar negeri. (Budi Gunawan)