Oleh: Adzra Safitri, Pelajar, Tinggal di Depok

Nama Dita Karang mendadak viral karena warga negara Indonesia ini berhasil menjadi salah satu member idol K-Pop bernama secret number yang dibentuk dari agensi ternama di Korsel yaitu VINE entertainment, Dita bersama empat member lainnya baru saja mengeluarkan single yang berjudul ‘Who dis?’. Dari single tersebut akhirnya Dita debut menjadi idol K-Pop.

Memang, tidak gampang seseorang mendapat gelar idol K-Pop sekali pun itu orang Koreanya langsung, dia harus menjalani audisi, bersaing dengan ribuan orang. Pasalnya, bukan hanya warga negara Korea saja yang ikut audisi, tetapi juga warga negara lain juga ingin menjadi idol K-Pop dan masuk ke dalam agensi ternama di Korea Selatan.

Padahal, setelah mereka melaksanakan audisi dan terpilih, mereka belum bisa dinobatkan menjadi idol K-Pop, karena mereka masih harus menjalani yang namanya trainee program. Mereka dilatih lari pagi berkilo-kilo meter untuk membentuk badan yang ideal sehingga enak untuk dipandang. Mereka belajar dance pagi dan malam, dipaksa split dan masih banyak kegiatan lainnya. Pada intinya selama trainee program mereka dipersiapkan untuk menjadi idol yang ibaratnya layak untuk dipasarkan.

Belum cukup sampai di situ, walaupun sudah mengikuti trainee program tidak menjamin seseorang tersebut bisa debut. Faktanya mereka harus mengikuti trainee program selama 7 sampai 11 tahun dan baru bisa diangkat menjadi K-Pop idol. Wow perjuangan yang cukup sulit, belum lagi setelah mereka debut mereka harus bersaing dengan idol K-Pop lain. Mereka harus menjalanin diet ketat untuk tubuh idealnya. Sehingga menjadi artis yang cantik dan ganteng dan penampilan yang menarik.

Namun, setelah jadi bintang, banyak kontrak kerja Idol K-pop sangat merugikan artisnya, sampai-sampai disebut kontrak budak. Kontrak budak merupakan perjanjian jangka panjang, sering kali perjanjian yang tidak adil yang ditandatangani oleh musisi K-pop dengan agen manajemen mereka. Seperti yang diungkap Cheska, mantan anggota girl grup K-pop Fiestar. Cheska mengungkapkan bahwa ia memiliki kontrak budak selama 7 tahun. Seperti dilansir Allkpop, ia lebih lanjut menyatakan bahwa dirinya tak memiliki keinginan untuk debut dengan Fiestar tetapi terpaksa berdasarkan kontraknya. “Saya ingin pergi sejak saya mulai, tetapi saya tidak bisa karena berada di bawah kontrak 7 tahun. Saya memutuskan untuk meninggalkan K-Pop ketika saya tahu saya tak bisa dekat dengan anggota member meski mencoba keras untuk dekat satu sama lain. Saat itulah saya tahu saya harus pergi sebelum akhirnya bunuh diri, karena itu yang akan saya lakukan,” kata Cheska. (wolipop.detik.com)

Makanya tidak sedikit kita mendengar idol di Korea yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena tidak kuat dengan hidup yang ia jalani sebagai idol K-Pop. Kasus bunuh diri sudah menjadi biasa di Korea Selatan. Inilah potret buram dunia entertaiment di Korea Selatan. Semua itu terjadi disebabkan Korea Selatan menganut paham sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Sudah yakin mau jadi idol K-Pop?

Tentu sangat berbeda dengan kehidupan seorang Muslim. Bagi seorang Muslim, Allah SWT bukan hanya Sang Pencipta manusia beserta isi dunia, tetapi juga memberikan petunjuk bagi manusia bagaimana menjalani kehidupan di dunia agar selamat di dunia dan di akhirat. Pertunjuk kehidupan itu ada di dalam Al-Qur’an. “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Q.S. Al-Baqarah: 185)

Dengan mengikuti petunjuk dalam Al-Qur’an ini, remaja Muslim menjadi sosok kuat dan tangguh dalam menjalanin kehidupanya. Karena telah sesuai dengan petunjuk dalam Al-Qur’an.  Sehingga, tak akan ada yang namanya, remaja Muslim mengganderungi idol-KPop bahkan ingin menjadi salah satu personil idol-KPop itu sendiri. Tak akan ada juga remaja yang galau atau mudah bunuh diri, seperti terjadi Korea Selatan. Mereka akan bangga menjadikan jati dirinya sebagai seorang Muslim.