DepokNews – STT Nurul Fikri (STT NF) kembali menggelar Workshop Jurnalistik, setelah beberapa waktu yang lalu mengadakan acara yang sama dan diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah di Jadebotabek.

Workshop Jurnalistik kedua yang digelar STT Nurul Fikri tersebut belangsung di Kampus STT NF), Jalan Raya Lenteng Agung Jakarta Selatan, Ahad (6/5/2018).
Kegiatan ini diikuti para mahasiswa, baik dari STT NF maupun perguruan tinggi lainnya serta masyarakat umum yang tertarik terhadap jurnalistik.

Sapto Waluyo, yang sudah berpengalaman sebagai wartawan di media-media nasional dan saat ini menjadi dosen di STT NF menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan ini.
Sapto menjelaskan perkembangan jurnalitik dari masa ke masa dan membuka wawasan pentingnya generasi muda memahami jurnalistik sehingga kedepan mampu membuat tulisan yang obyektif dan memenuhi kaidah jurnalistik.

“Sebagai generasi muda kita harus paham tentang peranan media dalam membangun sebuah peradaban, atau istilah jaman sekarang kita harus menumbuhkan budaya literasi,” kata Sapto.

Menurut Sapto, dengan kemajuan teknologi komunikasi yang sangat pesat, saat ini masyarakat bisa memperoleh informasi dari sebuah kejadian atau peristiwa dalam hitungan menit dari waktu kejadian.

“Kalau dahulu sebuah peristiwa masuk berita menunggu waktu lama, kalau koran harian minimal kejadian hari ini besok baru ada beritanya, namun saat ini kejadian dibelahan dunia sana hanya hitungan menit sudah diberitakan didunia maya,” tambah Sabto.

Pada kesmepatan tersebut Sapto Waluyo secara ringkas juga memberikan penjelasan teori atau cara menulis sebuah berita yang bagus dan menarik bagi pembaca serta memenuhi kaidah jurnalistik 5W 1H.

Pada kegiatan ini para peserta juga langsung diminta praktek membuat tulisan untuk memberitakan Workshop Jurnalistiik jurnalistik tersebut. Praktek membuat tulisan ini dipandu oleh wartawan depoknews.id, mujiran dan pengelola web STT NF, Ricta.

Para peserta secara bersemangat untuk membuat tulisan dan ditampilkan dilayar untuk selanjutnya didiskusikan secara bersama-sama. Tri Alpiana salah satu peserta dari STEI SEBI menharapkan kegiatan pelatihan tersebut bisa berlanjut pada masa yang akan datang.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke berbagai kampus terutama kampus saya, karna menulis menjadi sebuah keharusan dan berita menjadi sebuah kebutuhan bagi saya.” ujar Tri alpiana.